Aku bukan tipe orang yang suka merayakan sesuatu berlebihan, termasuk tahun baru. Bagiku, tahun baru lebih dari sekadar sebuah perayaan atau pesta. Tahun baru kujadikan sebuah momen untuk menyetting perubahan diri ke arah yang lebih baik. Bukankah terkadang orang memerlukan momen tertentu sebagai pemicu upgrade diri? Kebetulan aku lahir bulan Desember, pas sekali momen tahun baru Masehi sekaligus momen “tahun baru” ku secara pribadi.
- Meningkatkan ibadah kepada Tuhan YME sesuai agama yang kuanut: merutinkan lagi salat Tahajud, salat Dhuha, dan salat sunah lainnya; meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan dan hal-hal yang menimpa umat secara global; mengaktifkan lagi One Day One Juz.
- Meneruskan pengobatan dan terapi sesuai saran dokter untuk anakku dan ayahku.
- Meneruskan perawatan gigi anak-anakku biar giginya rapi dan sehat (jangan kayak mamanya yang telat merawat gigi,hehe).
- Mencarikan halaqoh untuk anak gadisku.
- Mencarikan sekolah menengah atas yang bagus untuk anakku.
- Belajar memasak makanan yang sehat. Entah bagaimana memulainya. Aku rasa, harusnya dimulai dengan merenovasi dapur agar dapur lebih cantik (biar semangat masaknya). Aku inginnya dapurku bergaya ala-ala shabby atau kalau tidak, ya..yang simple (dengan tempelan kata motivasi di salah satu dinding dapur).
- Membeli vacuum cleaner agar membantu meringankan pekerjaanku mengusir debu dari rumah yang membuat alergi anakku kambuh. Rumah harus bersih setiap hari, setiap saat. Kalau massih ada budget, pengen juga memperbaharui karpet di ruang tengah yang sudah mulai robek.
- Menata ulang kamar anakku yang kembar agar lebih gampang dipel dan dibersihkan setiap hari. Perabot yang tidak perlu pun disingkirkan. Ini terkait dengan agenda mengepel karena mengepel adalah agenda wajib tiap hari. Hidup mengepel!
- Membeli timbangan berat badan untuk mengontrol berat badan seluruh anggota keluarga (terutama aku yang mulai ditanya orang “Berapa bulan?” – sangkanya aku hamil, efek perut membesar).
- Mengurangi parfum karena anakku bisa saja alergi parfum.
- Membongkar lemari pakaian, mengeluarkan yang harus dikeluarkan (agar bisa diizinkan suami beli yang baru, hehe).
- Membelikan anakku tenda baru yang lebih kecil.
- Mencarikan tempat les untuk anak-anakku. Sepertinya ini sudah sangat urgen. (les umum dan agama).
- Mencoba mesin jahit kecil yang sudah lama kubeli.
- Memiliki jadwal keluar jalan-jalan dengan suami.
- Menjalankan olah raga rutin tiap pekan/ syukur kalau bisa ikut kelas senam.
- Membeli lipstik baru.
- Mengulang kursus menyetir dan mengurus SIM A (menurut ayahku, aku harus mengulang!)
- Menulis 3 artikel ilmiah untuk 3 jurnal
- Memperbaiki RPS sesuai buku terbaru dan mengacu profil lulusan
- Menyusun perangkat pembelajaran baru
- Menyusun bahan ajar
- Mempelajari bahasa Inggris
- Mengajar di kampus lain agar ilmuku tidak stag.
- Memaafkan kesalahan orang-orang yang telah melukai hatiku di dunia sastra (walaupun masih luka, tetap berkarya).
- Membeli beberapa buku sastra.
- Menyunting puisi-puisi di laptop, mencari dan menghubungi editor, proses menerbitkan kumpulan puisiku.
- Menulis esai untuk dikirim ke media.
- Membenahi rumah mayaku- Tatirah, mendisiplinkan diri kembali untuk mengisi Tatirah dengan tulisan berkualitas tinggi agar tidak memalukan menjadi member of Female Banjarmasin Blogger (FBB).
- Menyeriusi draft novel. Harus serius. H-A-R-U-S.
- Mencoba menulis di Wattpad. (ini ikut-ikutan anakku saja sebenarnya).