Selasa, 03 April 2018

# bahan ajar # bahasa indonesia

Belajar Tata Bahasa untuk Pemula

Ada baiknya kita mempelajari tata bahasa yang baik dan benar agar tulisan kita lebih bagus dan enak dibaca. Tulisan dengan tata bahasa yang baik dan benar akan membuat pembaca lebih mudah memahami makna dan informasi yang kita sampaikan dalam tulisan kita.

Belajar tata bahasa tentu tidak bisa sekali duduk dan sambil lewat saja. Apalagi sekadar iseng mengisi waktu luang. Mahasiswa jurusan bahasa yang kuliah bertahun-tahun pun belum tentu menguasai tata bahasa dengan baik dan benar jika ia tidak mengaplikasikan ilmu yang sudah ia peroleh. Artikel ini tidak bermaksud menggurui apalagi menghentikan minat dan langkah penulis pemula. Sebaliknya, artikel ini dimaksudkan untuk membantu para penulis agar bisa lebih baik lagi ketika menulis. Kadang-kadang, penulis yang sudah tinggi jam terbangnya pun belum tentu sempurna tata bahasanya. Untuk itulah editor atau peyunting ada, hehe.

Sebagai pendahuluan, berikut saya sampaikan beberapa hal yang membuat orang tidak mau mempelajari tata bahasa.

Tidak ada niat
Alasan pertama ini simpel saja. Sudah tidak bisa diganggu gugat. Kalau tidak ada keinginan belajar, ya mau bagaimana lagi. Hehe.

Anggapan yang keliru
Terdapat beberapa anggapan keliru yang membuat orang tidak mau mempelajari tata bahasa. Berikut beberapa anggapan keliru terkait mempelajari tata bahasa.

Tata bahasa adalah urusan editor/penyunting
Belajar tata bahasa susah
Belajar tata bahasa hanya untuk mahasiswa bahasa
Tata bahasa tidak penting, yang penting adalah konten dan ide
Tidak ada penulis yang sempurna, jadi wajar saja kalau tata bahasa saya salah. 

Rasa malas yang menumpuk
Rasa malas akan menjadi penghalang utama setiap kemajuan dalam bidang apapun, termasuk bidang tulis-menulis dalam hal mempelajari tata bahasa. Sebagai penulis, hendaknya kita membuang jauh-jauh rasa malas terutama malas mempelajari tata bahasa. Cara mengatasinya adalah dengan memberi sugesti kepada diri kita bahwa tulisan dengan ejaan yang baik dan benar akan lebih bagus dan efektif.

Merasa sudah hebat
Ini alasan yang paling merusak. Ketika orang sudah merasa hebat, jangan berharap dia mau belajar lagi apalagi sesuatu yang dianggapnya remeh. Merasa sudah paling bagus dalam menulis, merasa lebih hebat daripada yang lain dan merasa merasa lainnya.

Darimana memulai?

Setelah menyingkirkan semua alasan di atas, langkah berikutnya adalah memulai mempelajari tata bahasa. Apa yang seharusnya dilakukan?

Langkah Pertama
Langkah pertama adalah miliki dan pelajari bahan atau materi. Bahan untuk mempelajari tata bahasa cukup banyak. Saran saya, milikilah buku atau berkas (PDF) yang berisi aturan berbahasa yang berlaku. Sejak 2015, secara resmi ejaan yang berlaku di Indonesia adalah Ejaan Berbahasa Indonesia (EBI). Tentu saja saya tidak menyuruh menghafal EBI. Yang penting adalah mempelajari dan menerapkannya dalam tulisan kita.

Langkah Kedua
Sudah membuka EBI? Syok? Bingung? Pusing? Hehe. Itu biasa. Jangan buang bukumu. Kita mulai dari yang paling sederhana tapi paling banyak dipakai.

Penulisan di (kata depan) dan di- (awalan)
Sejak EYD diberlakukan, sudah diatur bahwa penulisan di dan di- berbeda.

Penulisan di (kata depan)
Penulisan di yang merupakan kata depan ditulis terpisah dari kata setelahnya. Kadang tidak gampang untuk mengingat perbedaan kata depan dan awalan. Untuk gampangnya, kamu cukup mengingat bahwa di yang menunjukkan tempat dipisah penulisannya.
Contoh:
Nailiya membeli buku di toko.
Mila tinggal di Amuntai.

Penulisan di- (awalan)
Penulisan di sebagai awalan ditandai oleh tanda - yang menunjukkan ada kata setelahnya yang masih serangkai sehingga penulisannya pun serangkai atau tidak dipisah.
Contoh: 
Sejak kecil dia dipisahkan dari saudaranya.
Karena marah, buku Sandra disembunyikannya.

Makna dan Ciri Satu Kalimat
Sebuah kalimat diawali oleh huruf kapital atau huruf besar dan diakhiri tanda titik (.) atau tanda seru (!) atau tanda tanya (?).
Dalam ragam resmi, satu kalimat tunggal minimal terdiri atas satu subjek (S) dan satu predikat (P).
Contoh:
Pamanku nelayan. 

Meski hanya terdiri dua kata, ini sudah bisa disebut sebagai sebuah kalimat.
Pamanku (subjek)
nelayan (predikat)

Penulisan Tanda Baca
Tanda baca ditulis atau diketik rapat tanpa spasi dengan huruf sebelumnya. Akan tetapi, berilah spasi satu ketuk setelahnya. Tidak ada kalimat yang diakhiri dengan tanda tanya dan tanda seru jika sudah diberi tanda titik.
Contoh:
Saya membeli kue bersama Mira . Ia tidak mau saya bayari. (salah)
Saya membeli kue bersama Mira. Ia tidak mau saya bayari. (benar)

Mengapa kita harus belajar?. (salah)
Mengapa kita harus belajar? (benar)

Ibu berkata “berilah adikmu buku tulis yang baru”. (salah)
Kalimat tersebut salah karena tidak ada tanda koma setelah kata berkata dan tanda titik diletakkan di luar tanda petik. Kesalahan lainnya terdapat pada huruf b pada kata berilah. Seharusnya huruf pertama petikan langsung adalah huruf kapital.

Ibu berkata, “Berilah adikmu buku tulis yang baru.” (benar)


Kesalahan penggunaan “di mana" dan "Yang mana"
di mana adalah salah satu kata tanya. Kata tanya hanya dipakai dalam kalimat tanya/pertanyaan. Jangan menggunakan di mana kalau kalimatmu bukan kalimat tanya/pertanyaan. 

Contoh penggunaan di mana yang benar:
Di mana kamu tinggal?

Contoh penggunaan di mana yang keliru:
Penggunaan alat ini sudah lama diketahui di mana semua orang memulainya sejak dua tahun terakhir.

Begitu juga dengan yang mana. Yang mana hanya boleh dipakai kalau kalimat kita merupakan kalimat pertanyaan yang bermaksud menanyakan sesuatu (pilihan).

Contoh penggunaan yang mana yang benar:
Yang mana buku pilihanmu?

Contoh penggunaan yang mana yang keliru:
Kemajuan teknologi sudah semakin pesat yang mana kita semakin terbantukan oleh berbagai temuan di bidang tersebut.



Bersambung


13 komentar:

  1. Nahh ini, penting banget untuk blogger pemula macam aku untuk tau pentingnya EYD, kadang pas nulis aku jg bisa bingung sendiri ini kata yang benernya gimana yaa dsn ini bener2 dialami dan dirasakan oleh blogger pemula ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti ikuti sambungannya ya Melisa. 😀 terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  2. Bu, saya baca ini berasa kuliah lagi. Hihi. Anu, dulu sering teracuni bahwa blogger itu ga perlu kenal EYD n bla bla. Tyt salah banget ya. Blogger it jg harus paham yg begitu. Apalagi kalau dpt job n sering ikut lomba. Wajib tau banget nih. Makasih bu udah remind me.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Dulu waktu zaman kamu namanya EYD. Sekarang EBI. Ada beberapa penambahan.

      Hapus
  3. Kalo nulis untuk buku bisa pakai EBI saya mah, tapi kalo nulis di blog susyaah, Buuu. Soalnya suka yang santai nulisnya :D tapi tetap sih untuk yang aturan kata awal, kata depan, penggunaan huruf kapital, imbuhan - pun, dll pakai aturan baku. Ditunggu kelanjutannya, Bu....

    BalasHapus
  4. Seneng deh kalau Bu Nai bahas tentang tata bahasa begini, soalnya jujur aja kemampuan menulis saya itu masih so-so banget, suka nabrak rules, jumping ideas dimana-dimana. Kadang suka malu sendiri pas baca ulang. Hehe
    Ditunggu sambungannya ya Bu :D

    BalasHapus
  5. Ih ya ampun belajar banget deh dari sini apalagi yg dimana di mana itu. Aku masih sering salah-salah sih s
    tp sebisa mungkin diminimalisir ya.

    BalasHapus
  6. Ituuu yang 'di mana' itu sering bikin aku gemesh, Mba. Kayaknya sekarang fungsi 'di mana' nambah jadi kata sambung juga deh. Aku kok curiganya gara-gara ngikutin 'where' dalam bahasa Inggris yang memang bisa digunakan sebagai kata sambung ya. Mana penulisannya sering salah, lagi, jadi 'dimana'. Kan jadinya gatel kepengen benerin 😂

    BalasHapus
  7. Wajib banget buat eny belajar udah download EBI tapi ngumpulin,niat buat belajarnya susah banget dah..

    BalasHapus
  8. PErlu belajar lagii ternyata..kadang karena sudah merasa udah sekolah jadinya udah merasa gak penting lagi belajar tata bahasa,ternyata sampai sekarang pun masih ttp belajar,kalau perlu mengulang pelajaran sekolah lagi.hehe

    BalasHapus
  9. Dari jaman sekolah dulu sampai sekarang aku payah soal tata bahasa, hiks. Makanya milih kuliah di MIPA, minim tata bahasa, huehehe.

    Aku termasuk orang yang masih sering salah menggunakan "di mana" dan "dimana", hahhah. Aku tunggu sambungan post-nya ya, Mbak ;)

    BalasHapus
  10. Wis bersambung tulisannya. Hehee.. Ini benar-benar bisa jadi rekomendasi buat pemula. Kendala yang paling susah dihilangkan itu yang "merasa sudah hebat" itu. Semoga kita nggak termasuk golongan yang itu. Hehe.. stay hungry, stay foolish.

    BalasHapus
  11. Wah, asik nih dapat ilmu tentang EBI lagiiii. Makasih Mba Nai sudah berbagi, hhihi

    Kemaren pas aku buka EBI itu emang benar-benar bikin pusing. Tapi menurut aku sih untuk belajar menulis secara EBI itu butuh proses, gak perlu terburu-buru karena kalo terburu buru malah pusing. Hahaha

    BalasHapus