Kamis, 19 September 2019

RPS Pendidikan Kewarganegaraan

21.12 0 Comments


POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
JURUSAN AKUNTANSI
PRODI D-3 AKUNTANSI
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH
KODE
Rumpun
MK
BOBOT (sks)
SEMESTER
Tgl Penyusunan
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

MKU dan Penunjang Lainnya
2
Ganjil
20 Agustus 2019
OTORISASI
Dosen Pengembang RPS
Koordinator MK/RMK
Ketua  Prodi



Nailiya Nikmah, S.Pd.,M.Pd.
NIP 198012092005012002



Nailiya Nikmah, S.Pd.,M.Pd
NIP 198012092005012002



Nailiya Nikmah, S.Pd.,M.Pd.
NIP 198012092005012002
Capaian Pembelajaran (CP)
CPL      

  1. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.
  2. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
  3. Mampu bekerja sama, berkomunikasi dan berinovatif dalam pekerjaannya.
  4. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas bersadarkan agama, moral dan etika.
  5. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.
  6. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
  7. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila.
  8. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
  9. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
CP-MK

Mampu menjelaskan hubungan antara warganegara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.
Diskripsi Singkat MK
Pada mata kuliah ini mahasiswa belajar menjadi warga negara yang baik dengan memahami Filsafat Pancasila, Identitas Nasional, Politik dan Strategi, Demokrasi Indonesia, Hak Azasi Manusia dan Rule Of Law, Hak dan Kewajiban Warga Negara, Geopolitik Indonesia, Geostrategi Indonesia.
Bahan Kajian/Pokok Bahasan
Filsafat Pancasila, Identitas Nasional, Politik dan Strategi, Demokrasi Indonesia, Hak Azasi Manusia dan Rule Of Law, Hak dan Kewajiban Warga Negara, Geopolitik Indonesia, Geostrategi Indonesia.
Pustaka/referensi
Utama :


  1. Kaelan (ed). 2002. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Paradigma.
  2. Kaelan. 2003. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.
  3. -------. 1999. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta: Paradigma.

Pendukung :

  1. Matta, M. Anis. 2007. Menikmati Demokrasi. Jakarta: Insan Media.
  2. Rais, Amien. 2004. Hubungan antara Politik dan Dakwah. Bandung: Mujahid.
  3. Roestandi, Achmad. 2002. Rule Of Law Versi Islam. Bandung: Gema Media Pustakama.
  4. Sumarsono, S.dkk. 2004. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Gramedia  Pustaka Utama.
  5. Utomo, Setiawan Budi. 2000. Fikih Kontemporer. Jakarta: Pustaka Saksi.
  6. Undang-undang Otonomi Daerah .2004.Bandung: Citra Umbara.
Media Pembelajaran
Perangkat lunak :
Perangkat keras :
grup kelas online
MS Word, MS Power Point
Buku, LCD, Laptop
Team Teaching
-
Matakuliah prasyarat
-
Minggu Ke-

(1)
 Sub-CP-MK


(2)
Indikator


(3)
Kriteria & Bentuk Penilaian

(4)
Metode Pembelajaran
 [ Estimasi Waktu]
(5)
Materi Pembelajaran
[Pustaka/Referensi]

(6)
Bobot Penilaian (%)
(7)
1
Mampu menjelaskan konsep pancasila sebagai sistem filsafat

Mampu menjelaskan pengertian pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara

Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.

Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila.
Ketepatan menjelaskan konsep pancasila sebagai sistem filsafat

Ketepatan menjelaskan pengertian pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara


Kriteria:
Ketepatan dan Kesesuaian
Bentuk Non tes:
Merangkum konsep pancasila sebagai sistem filsafat dan ideologi
Kuliah dan Diskusi Kelas (TM: 1x (2x50’)

Tugas 1: Mengemukakan konsep pancasila sebagai sistem filsafat dan ideologi negara.
(BT+BM: (1+1)x(2x60”)


Filsafat Pancasila
10%
2 dan 3
Mampu menjelaskan karakteristik identitas nasional.
Mampu menjelaskan proses berbangsa dan bernegara.


Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.

Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.

Ketepatan menjelaskan karakteristik identitas nasional

Ketepatan menjelaskan proses berbangsa dan bernegara
Kriteria:
Ketepatan dan kesesuaian

Bentuk non test:
Studi Kasus:
Kelompok yang mendapat materi ini membuat makalah lalu disampaikan dalam diskusi kelas.
Kuliah dan Diskusi (TM: 2x (2x50’)

Tugas 2
Membuat resume materi setelah diskusi kelas
(BT+BM: (1+1)x(2x60”)


Identitas Nasional
10%
4 dan 5
Mampu menjelaskan tentang sistem konstitusi.

Mampu menjelaskan sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia

Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku.

Ketepatan menjelaskan sistem konstitusi

Ketepatan menjelaskan sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia
Kriteria:
Ketepatan dan kesesuaian

Bentuk non test:
Studi Kasus:
Kelompok yang mendapat materi ini membuat makalah lalu disampaikan dalam diskusi kelas.
Kuliah dan Diskusi (TM: 2x (2x50’)

Tugas 3:
Membuat resume materi setelah diskusi kelas
Tugas 4:
Membuat kliping berita politik dan mempresentasikan
 (BT+BM: (1+1)x(2x60”)


Politik dan Strategi
15%
6 dan 7
Mampu menjelaskan konsep dan prinsip demokrasi.

Mampu menjelaskan tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi khususnya di Indonesia.

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas bersadarkan agama, moral dan etika.

Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.
Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila.
Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku.
Ketepatan menjelaskan konsep dan prinsip demokrasi

Ketepatan menjelaskan  demokrasi dan pendidikan demokrasi
Kriteria:
Ketepatan dan kesesuaian

Bentuk non test:
Studi Kasus:
Kelompok yang mendapat materi ini membuat makalah lalu disampaikan dalam diskusi kelas.
Kuliah dan Diskusi (TM: 2x (2x50’)

Tugas 5:
Membuat resume materi setelah diskusi kelas
Tugas 6:
Memilih 1 di antara 10 pilar demokrasi untuk dijelaskan beserta  contonya.
 (BT+BM: (1+1)x(2x60”)


Demokrasi

15%
8
UTS





9 dan 10
Mampu menjelaskan konsep dan sejarah Hak Azasi Manusia.

Mampu menjelaskan tentang rule of law

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas bersadarkan agama, moral dan etika.
Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.
Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila.
Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku.
Ketepatan menjelaskan konsep dan sejarah HAM

Ketepatan menjelaskan rule of law
Kriteria:
Ketepatan dan kesesuaian

Bentuk non test:
Studi Kasus:
Kelompok yang mendapat materi ini membuat makalah lalu disampaikan dalam diskusi kelas.
Kuliah dan Diskusi (TM: 2x (2x50’)

Tugas 7:
Membuat resume materi setelah diskusi kelas
 (BT+BM: (1+1)x(2x60”)


HAM dan Rule of Law
15%
11 dan 12
Mampu menjelaskan pengertian warga negara Indonesia dan segala hal yang berhubungan dengan kewarganegaraan seseorang.

Mampu menjelaskan hak warga negara Indonesia.

Mampu menjelaskan kewajiban warga negara Indonesia.

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas bersadarkan agama, moral dan etika.
Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.

Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila.
Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku.
Ketepatan menjelaskan pengertian warga negara Indonesia dan segala hal yang berhubungan dengan kewarganegaraan seseorang


Ketepatan menjelaskan hak warg anegara Indonesia















Kriteria:
Ketepatan dan kesesuaian

Bentuk non test:
Studi Kasus:
Kelompok yang mendapat materi ini membuat makalah lalu disampaikan dalam diskusi kelas.
Kuliah dan Diskusi (TM: 2x (2x50’)

Tugas 8:
Membuat resume materi setelah diskusi kelas
Tugas 9:
 Role Play tentang kewarganegaraan(BT+BM: (1+1)x(2x60”)


Hak dan Kewajiban Warga Negara

15%
13 dan 14





Mampu menjelaskan pengertian geopolitik.

Mampu menjelaskan tentang wilayah sebagai ruang hidup.

Mampu menjelaskan konsep dan sejarah otonomi daerah serta penerapannya.

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas bersadarkan agama, moral dan etika.

Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.

Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila.

Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku.
Ketepatan menjelaskan pengertian geopolitik

Ketepatan menjelaskan wilayah sebagai ruang hidup

Ketepatan menjelaskan konsep dan sejarah otonomi daerah serta penerapannya
Kriteria:
Ketepatan dan kesesuaian

Bentuk non test:
Studi Kasus:
Kelompok yang mendapat materi ini membuat makalah lalu disampaikan dalam diskusi kelas.
Kuliah dan Diskusi (TM: 2x (2x50’)

Tugas 10:
Membuat resume materi setelah diskusi kelas
 (BT+BM: (1+1)x(2x60”)


Geopolitik Indonesia
10%
15 dan 16
Mampu menjelaskan konsep strategi Indonesia.

Mampu menjelaskan konsep Asta Gatra.

Mampu menjelaskan peran serta Indonesia dalam perdamaian dunia.

Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas bersadarkan agama, moral dan etika.

Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa.

Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila.

Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku.
Ketepatan menjelasakan konsep strategi Indonesia

Ketepatan menjelaskan konsep Astra Gatra

Ketepatan menjelaskan peran serta Indonesai dalam perdaiamain dunia
Kriteria:
Ketepatan dan kesesuaian

Bentuk non test:
Studi Kasus:
Kelas dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing mendapat satu problem kasus untuk dipecahkan dalam kelompok kemudian disampaikan dalam diskusi kelas.
Kuliah dan Diskusi (TM: 2x (2x50’)

Tugas 11:
Membuat resume materi setelah diskusi kelas
 (BT+BM: (1+1)x(2x60”)


Geostrategi Indonesia

10%
17
Evaluasi Akhir Semester
100%

www.nailiyanikmah.com



Senin, 26 Agustus 2019

20.10 0 Comments
Saat menulis postingan kali ini, aku benar-benar hanya ingin menulis apa adanya. Hanya ingin mengeluarkan semua yang sedang menyesak dalam otak dan hati.

Kautahu, betapa berat hari-hari yang sekarang kulalui. Hari yang sepertinya harus aku biasakan agar menjadi terbiasa lalu menjadi kebiasaan. Hari tanpa teman terbaik di sisi.

Sebagai makhluk sosial, aku katakan sosial di sini dalam arti sebenar-benarnya aku yang tidak bisa bertahan dalam kesendirian, menjalani hari tanpa teman terbaik nyaris menjadi hari paling buruk.

Aku tak punya cara lain yang lebih bermartabat selain menuliskan sekelumit kegelisahanku ini. Aku menulisnya menggunakan ponselku, dalam kamar yang lampunya sudah kupadamkan karena waktu istirahat sudah tiba.

Aku merasa sedikit kewalahan akhir-akhir ini. Seperangkat tugas di tempat kerja, segudang kewajiban utama di rumah, dan seporsi hobi yang sangat ingin kutekuni dengan kesungguhanku yang paling sungguh.

Kadang aku berpikir, terlalu serakahkah aku ingin menggenggam semuanya. Ingin menjadi ibu yang sempurna, ingin menjadi pekerja yang profesional, ingin menjadi profesional juga dalam hobi.

Kadang aku lelah. Lelah di atas lelah yang takkan pernah bisa kaubayangkan. Kau lelaki. Kau takkan pernah bisa merasakan bagaimana lelah seorang perempuan. Dan kau tidak akan pernah bisa membayarnya dengan lunas.
Terlebih jika kaumku memilih peran ganda seperti aku.
Dunia ini terasa sangat kompleks dan kadang aku berpikir jangan-jangan waktu yang kami miliki kurang dari 24 jam sehari semalam. Malam terasa lebih pendek. Kadang siang terasa cepat.

Kamis, 04 Juli 2019

Entah Bagaimana, Tetiba Aku Mencintaimu (EBTAM) Titik Pertama

23.28 0 Comments

Entah Bagaimana Tetiba Aku Mencintaimu (EBTAM)
Titik Pertama


Selamat datang di Tatirah: my real home.

Kali ini aku akan menceritakan buku sastraku yang ketiga, maksudku antologi tunggalku. Buku sastra pertamaku adalah kumpulan cerpen Rindu Rumpun Ilalang (2010). Buku sastra keduaku adalah novel Sekaca Cempaka (2014). Nah, yang ini adalah buku sastraku yang ketiga, yaitu kumpulan puisi Entah Bagaimana Tetiba Aku Mencintaimu (:EBTAM). Sebelumnya kamu harus sudah membaca artikel yang satu ini ya, klik deh ini "Dear Wi"

Berbeda dengan dua bukuku sebelumnya, EBTAM aku ajak jalan-jalan ke beberapa titik setelah kelahirannya. Titik pertama yang aku pilih adalah Kota Marabahan, Kabupaten Batola. Konsep yang kugunakan adalah membacakan salah satu puisi (“Engkau Abadi, Aku Tidak”) yang ada dalam EBTAM di tepi jalan, di atas jembatan Rumpiang, pada saat senja, saat-saat sendu.

Titik ini kupilih karena inilah lokasi sumber inspirasi sampul EBTAM yang tidak lain adalah fotoku sendiri ketika menyusuri jembatannya. Sampul atau cover adalah bagian awal sebuah buku. Inilah titik pertama EBTAM. Inilah titik pertama, momen pertama kamu bersentuhan dengan EBTAM.

Barangkali kamu belum pernah berada di tempat itu tapi rasakanlah bagaimana seandainya kamu jadi aku. kamu sendirian di sana, tanpa teman, tanpa sesiapa. Itulah yang ingin kusampaikan padamu. Aku, sendirian kini. []Nai.





Kamis, 06 Juni 2019

Tips Cepat Move On

22.58 0 Comments
Berapa waktu terlama yang kamu perlukan untuk mencintai atau menyayangi seseorang tanpa apalasan? Based on my experience, I just need 12 months or one year. Im serious. Sebelumnya aku bahkan sangat membenci orang tersebut.

Lalu, berapa waktu terlama yang kamu perlukan untuk membenci seseorang tanpa alasan? Based on my experience... one year is not enough.

Mengapa kita lebih sulit membenci tanpa alasan? Bahkan kadang sudah ada alasan pun kita masih sulit membenci dan melupakan. Ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, kita adalah orang yang baik hati. Kemungkinan kedua, kita adalah orang yang bodoh. Yang tak bisa move on dari masa lalu dan tak bisa menerima kenyataan.

Berikut beberapa tips cepat move on versi Tatirah:

1. Buang semua benda kenangan dengannya.
2. Ganti semua produk yang kamu pakai, mulai sabun mandi, shampoo, parfum, pewangi pakaian dll.
3. Ubah atau tata ulang kamar dan rumahmu.
4. Blokir semua akunnya. Jangan simpan nomor kontaknya di hp mu apalagi di hatimu.
5. Ubah nada dering ponselmu.
6. Ubah wallpaper hp dan laptopmu.
7. Untuk sementara jangan berkomunikasi dengan teman-teman dia.
8. Ganti kebiasaan atau hobi yang dapat mengingatkanmu tentang dia.
9. Jangan sebut namanya lagi dalam doamu.
10. Tekuni suatu kegiatan baru.
11. Pergilah ke tempat yang jauh.
12. Ganti makanan favoritmu.
13. Ganti tempat nongkrongmu.
14. Bawa makan coklat.
15. Banyak2 bersyukur.

Nah, selamat mencoba ya!?


















Ketika Perempuan Tak Lagi Diam: Tentang Film Aladdin 2019

19.25 0 Comments

Prolog

Cerita rakyat, dongeng, hikayat dan sejenisnya, selain menghibur selalu membawa pesan-pesan penting untuk masyarakat di berbagai masanya. Sebagaimana menurut teorinya, seni sastra yang baik selalu memuat dua hal sekaligus, ia menghibur sekaligus mendidik. Siapa yang tak kenal dongeng klasik Aladdin dan lampu ajaibnya yang merupakan bagian dari kisah 1001 Malam? Dongeng itu, difilmkan kembali tahun ini (2019) disutradarai oleh Guy Ritchie yang menulis skenarionya bersama John August berdasarkan Aladdin-nya Disney. Mungkin ada yang berpikir untuk apa dongeng yang kisahnya sudah diketahui oleh seisi dunia itu difilmkan. Seperti biasa, film-film Walt Disney selalu memberikan sesuatu yang baru untuk penontonnya.


sumber:internet

Meski diangkat dari kisah dongeng pengantar tidur, yang pada umumnya untuk konsumsi anak-anak, film ini kurang cocok ditonton oleh anak-anak. Di bagian awal film ini pun dicantumkan bahwa tayangan tersebut untuk usia di atas 13 tahun. Pemberian kategori tersebut bukan hanya karena ada adegan ciuman di dalamnya tetapi juga karena tema dan pesan yang diusungnya cukup berat bagi anak di bawah usia 13 tahun.

Jika selama ini masyarakat mengenal Aladdin sebagai tokoh sentral, itu tidak berlaku di film ini. Dalam film ini Aladdin, sang jin dan Putri Jasmine mendapat tempat yang sama. Bahkan jika kita melihat perspektif pesan-pesan yang disampaikan dalam film ini, maka sesungguhnya kisah ini tentang Jasmine, lebih tepatnya tentang seorang perempuan.

***
Tersebutlah seorang pemuda miskin yang baik hati bernama Aladdin (dimainkan oleh Mena Massoud). Aladdin hidup sebatang kara di sebuah gubuk sederhana. Ia ditemani seekor monyet bernama Abu. Aladdin menghidupi dirinya dengan cara mencuri dan menipu. Trik-trik Aladdin bersama monyetnya di luar dugaan lawan-lawannya. Pertemuan pertamanya dengan Putri Jasmine adalah ketika sang putri menyamar menjadi rakyat biasa dan berjalan-jalan di luar istana. Putri Jasmine tidak tega melihat orang miskin, ia mengambil roti milik seorang pedagang dan memberikannya pada orang msikin yang kelaparan. Perbuatannya diketahui oleh pemilik roti. Mereka terlibat perseteruan. Aladdin membantu sang putri dengan trik-triknya. Kelihaian dan trik inilah yang kemudian membawa nasib Aladdin ke istana.

Kelihaian Aladdin dimanfaatkan oleh Jafar, perdana mentri yang ingin merebut tahta sultan dengan berbagai cara. Jafar memerintahkan Aladdin mencarikan lampu minyak ajaib yang sudah lama diidamkannya. Ia membawa Aladdin ke suatu tempat dan menjelaskan segalanya. Aladdin harus membawa lampu keluar dari tempat rahasia tersebut tanpa membawa benda lain yang sangat menggiurkan di sana.

Singkat cerita, Aladdin lah yang akhirnya menjadi pemilik lampu dan menjadi tuan bagi jin yang ada dalam lampu. Sampai pada bagian Aladdin menjadi pangeran, kisah karpet ajaib, dan tiga permintaan, cerita masih sejalan dengan versi dongeng sebelumnya. Tentu saja akan lebih banyak hal istimewa kamu dapatkan jika menontonnya langsung. Indahnya film ini dari sisi kolosal, teatrikal dan musikal sudah tidak diragukan lagi.

Akan tetapi bukan Walt Disney jika filmnya biasa saja. Inilah beberapa hal berharga dalam film Aladdin 2019 yang sayang untuk dilewatkan versi Tatirah.

Putri Jasmine (:perempuan) yang visioner, fighter, dan penuh percaya diri

Dalam film Aladdin 2019, Putri Jasmine diperankan oleh Naomi scott mengemban karakter perempuan yang sangat kuat meski ia sangat dimanja dan dilayani oleh laki-laki dalam lingkungan kesehariannya. Sayangnya, pelayanan tersebut menuntut ia membayarnya dengan hal yang tidak sepadan. Ia harus diam, duduk manis, tidak boleh menyatakan pendapat karena satu alasan: karena ia perempuan. Secara tersirat maupun tersurat, film ini menunjukkan keberpihakannya pada perjuangan perempuan yang terkungkung dalam tradisi patriarki. Berbeda dengan perempuan lain di negerinya, Agrabah, Jasmine sangat visioner, fighter dan penuh percaya diri. Ia ingin melakukan banyak hal, ia ingin berjuang untuk rakyatnya. Ia rajin membaca buku, mempelajari segala hal, dan melakukan survei ke lapangan dengan menyamar. Ia ingin menjadi penerus ayahnya, yakni menjadi sultan. Satu hal yang tidak mungkin terwujud di negerinya. Peraturan telah ditetapkan sekian lama, bahwa perempuan tidak boleh dan tidak akan bisa menjadi sultan/pemimpin di negeri Agrabah.

Akan tetapi, Jasmine sangat percaya diri, ia yakin bisa menjadi penerus ayahnya karena ia sudah mempelajari banyak hal. Jasmine juga tidak menyerah bahkan ketika Jafar mengatakan tidak cukup belajar dari buku. Pun ketika ayahnya sendiri yang mematahkan cita-citanya. Jasmine membuktikan keyakinannya dengan keterampilannya membaca situasi dan peluang. Jasmine menunjukkan kecerdasan dan kemampuannya dalam memimpin di saat rakyatnya dalam situasi genting dan saat situasi mengancam jiwa ayahnya sendiri. Setelah sempat dibungkam oleh para lelaki tersebut, Jasmine melakukan perlawanan. Hal ini digambarkan dengan apik secara musikal oleh Walt Disney. Soundtrack “Speechless” yang dinyanyikan oleh pemain Jasmine, betul-betul mewakili perjuangan Jasmine.

Jasmine berhasil merebut logika dan perasaan Hakim yang sempat berbalik menjadi pengikut Jafar. Sebagai laki-laki yang logika dan perasaannya telah dikuasai oleh Jasmine, Hakim menjadi sosok yang adil dan terbuka pikirannya. Tidak tanggung-tanggung, detik itu juga Hakim memanggilnya dengan sebutan Sultan. Detik itu pula sang ayah tersadar dan mengakui eksistensi Jasmine sebagai penggantinya. Adegan ini adalah salah satu adegan yang wajib ditonton dan dihayati oleh para perempuan yang sedang berjuang memperjuangkan mimpinya.

Jujurlah pada Diri Sendiri Sebelum Memutuskan untuk Mencintai

Dalam film ini, Aladdin dikisahkan sempat terjebak untuk melakukan kebohongan tentang jati dirinya. Cinta dan kecantikan Jasmine sempat membutakan mata dan hati Aladdin. Berkali-kali Jin mengingatkan Aladdin untuk jujur dan berterus terang pada Jasmine. Beberapa dialog tentang hal ini cukup berhasil menyentuh emosi penonton. Jika mereka datang untuk mencari sisi romantis dalam film ini, bagian inilah yang memenuhi harapan tersebut. Sebenarnya, Aladdin tidak sedang menipu Jasmine atau siapapun. Aladdin sedang menipu dirinya sendiri. Ia kehilangan jati dirinya. Hal klasik, hal utama dalam rumus segala hubungan di muka bumi ini adalah jujurlah pada diri sendiri, jujurlah sebelum mencoba menjalin hubungan, jujurlah sebelum memutuskan untuk mencintai. Bahkan sebelum kau mengatakan dan memutuskan bahwa kau tidak mencintai seseorang pun, kau harus jujur pada dirimu sendiri.

Persahabatan selalu Menjadi Hal Paling Indah dalam Kisah Apapun

Persahabatan selalu menjadi hal paling indah dalam kisah apapun dan manapun. Tidak terkecuali dalam film Aladdin 2019. Persahabatan antara Aladdin dengan Jin biru lampu ajaib melanggar pakem hubungan tuan dan jin dalam dongeng-dongeng lampu ajaib. Dalam film ini, Jin biru tidak hanya melayani Aladdin sebagai tuan, tetapi jauh melebihi hal tersebut, kebaikan hati dan kepolosan Aladdin akhirnya membuat ia dan sang jin menemukan chemistry dan menjalin pertemanan yang sangat indah. Will Smith (sebagai jin) membawakan peran ini dengan sangat baik, seperti acting-actingnya di film sebelumnya.

Persahabatan pula yang melandasi pilihan Aladdin dalam menyebutkan permintaan terakhirnya. Yang menontonnya pakai hati, pasti membutuhkan tissue saat menonton film ini.

Epilog

Film ini bagus ditonton bersama teman terbaikmu, sahabat dekatmu, agar kamu lebih baik lagi menjalin persahabatan. Kalau kau berani, ajaklah orang-orang yang tidak menghargai makna persahabatan, siapa tahu hatinya sedikit terbuka untuk mengerti arti pentingnya seorang sahabat.[] Nai, Juni 2019.