2. Kartu identitas/KTP
3. Paspor
4. Uang yang berlaku di negaraku dan negara setempat (besar dan kecil)
5. Bedak, lipstik dan parfum
6. Telepon genggam/ smartphone
7. Buku catatan kecil
8. Pulpen
9. E-tiket, printout-nya
10. Boarding-pass
11. Kacamata
12. Syal
13. Peniti cadangan
14. Earphone
15. Power bank (tidak melebihi kapasitas yang diizinkan penerbangan), charger dan sambungan tiga lubang (di Malaysia berlaku yang ini).
16. Sim card (yang berlaku di negara setempat)
Kali ini ia bersama dua orang temannya hendak terbang ke KL lalu besok akan ke Turki dan Ke Makkah untuk umrah. Aku bilang aku belum pernah terbang sendirian. Nenek itu heran, mengapa aku berani terbang sendirian jika belum punya pengalaman. Ia bilang ikuti saja ia sampai nanti masuk pesawat. Akupun bertanya bagaimana cara agar bisa sampai ke KLIA1 dari KLIA2. Ia menatapku prihatin sambil menjelaskan caranya. Aku sudah berusaha menyimak dengan baik. Entanh kecemasanku, entah gangguan bahasa, aku kesulitan memahami penjelasan si Nenek. Ia ada bilang train, kereta, bus, dsb. Aku tidak paham. Yang aku tangkap cuma satu hal, aku akan berhadapan dengan masalah besar di KLIA2!
![]() |
Di dalam Shuttle bus |
![]() |
Makan di AW |
Hingga tiba waktuku terbang. Aku tertidur sepanjang penerbangan. Bangun dengan perasaan yang campur aduk. Aku terakhir turun dari pesawat. Sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah, aku mampir makan mie bakmi Jawa dan minum segelas jus wortel di sebuah rumah makan di Bandara Syamsudinnor sambil menunggu dijemput.
Malam sudah larut. Aku pulang.... []