Jumat, 06 November 2020

Rahasia Survive di Era Milenial

18.48 0 Comments

 



Menjalani era milenial bukan hal mudah terutama bagi mereka yang sudah terlanjur pewe dengan posisi yang selama ini dijalani. Tak memandang dari generasi mana kita berasal, era milenial memukul rata semua lini untuk kita wajib survive demi sebuah ketahanan hidup yang lebih baik.

 

Di antara sekian tips untuk bisa survive di era milenial adalah berani dan pandai beradaptasi dengan keadaan. Kemampuan beradaptasi atau kemampuan menyesuaikan diri merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Hanya yang hidup yang dituntut untuk beradaptasi. Dengan kata lain, ketika kita tidak mampu beradaptasi, kita akan tergerus oleh keadaan. Kita akan mati dan punah ditelan zaman.

 

Salah satu kemampuan adaptasi yang dituntut kepada kita adalah dalam hal komunikasi dan dunia pendidikan. Penggunaan media teknologi dalam dunia pendidikan dapat membantu kita menghadapi kenyataan yang terjadi, sebagaimana dalam artikel ini.

 

Tentu saja akan ada tantangan dalam setiap peluang. Dalam dunia pendidikan, misalnya, pembelajaran daring akan membuat kita juga bisa merasa bosan sehingga kita harus bisa melakukan berbagai hal agar tetap survive. Cek di sini untuk mengatasi rasa bosan dalam PBM Daring.

 

Rahasia lain agar survive di era milenial adalah selalu menjadi diri dan pribadi yang terbuka dan berhenti memikirkan serta mengerjakan hal-hal tidak penting. Ada banyak cara untuk bisa move on dari masalah dan hal-hal yang tidak penting, kalian bisa cek di sini: Tips Cepat Move On.

 

Era milenial juga memaksa kita untuk beradaptasi dalam bidang bisnis dan ekonomi. Masa pandexx hanya satu unsur yang memaksa kita untuk beradaptasi. Sebenarnya jauh sebelum musibah tersebut datang, era milenial telah membuat kita harus mengubah prilaku belanja kita seperti dalam artikel Gaya Belanja pada Masa yang satu ini.

 

Buka Pikiran – Rahasia Survive di Era Milenial

 

Yang menurut kita bagus, belum tentu bagus menurut orang lain,

 

Demikian kurang lebih pesan yang disampaikan oleh Niko Julius sang pemateri dalam sesi Pelatihan Optimalisasi Instagram pada rangkaian  acara ulang tahun komunitas blogger perempuan banua yang berkibar di bawah bendera Female Blogger of Banjarmasin.  Komunitas blogger perempuan yang satu ini tahun 2020 merayakan hari jadinya yang ke-4. Masih terbilang muda namun melihat perayaannya yang super meriah kali ini membuat komunitas blogger perempuan ini patut diperhitungkan keberadaannya untuk ditilik peran dan kiprahnya dalam dunia blogger. Niko Julius - Pengusaha Muda dan online enterpreneur digaet oleh FBB menjadi nara sumber dalam acara puncak ultahnya dengan mengusung tema keren Unstoppable Creation.

 

Pada sesi tersebut, Niko Julius menyarankan banyak hal seputar upaya memaksimalkan media Instagram bagi para blogger. Salah satunya adalah memasang postingan blog ke feed instagram. Dia juga memberikan satu tips agar sering-sering saja memposting sesuatu agar orang semakin mengenal kita melalui media tersebut.

 

Seorang peserta bertanya tentang mengapa postingannya di IG yang sudah begitu bagus tidak banyak yang menyaksikan dan atau memberikan like. Niko menjelaskan panjang lebar. Belum tentu yang menurut kita bagus akan bagus juga di mata dan pikiran orang lain. Bisa jadi, yang menurut kita tidak bagus, justru yang disukai orang.  Selain itu, kita juga perlu melihat perspetif kita di mata orang lain. Orang lain melihat dan ingin melihat kita sebagai apa atau siapa.

 

Beberapa saat sebelumnya, dilaksanakan juga sesi Pelatihan fundamental SEO On Page yang dipaparkan dengan sangat apik oleh Irwin Andriyanto - Founder dan owner Tangerang Digital. Penjelasan beliau membuat kita berusaha melakukan upaya lebih lagi untuk blog yang kita miliki.

 



Ditambah acara bagi-bagi doorprize, acara bertabur sponsor tersebut membuat Minggu, 11 Oktober 2020 berasa sangat berkesan. Acara berlangsung lancar melalui platform zoom dari pukul 09.45 – 13.00 dengan pengaturan atau mekanisme sebagai berikut: Live zoom dari Have hotel bagi pengurus FBB dan live zoom dari rumah bagi anggota FBB. Acara yang bernuansa marun dengan desain background bernuansa kuning memberi kesan meriah bagi perayaan ultah FBB tahun ini. Acara kali ini didukung oleh 9 sponsor  dan 1 media partner. Kemeriahannya sudah berlangsung sejak beberapa hari menjelang puncak acara. Peserta ramai memposting berbagai tayangan menarik dan informatif dari para sponsor, yaitu:

 

1.       Mirabella Cosmetics

2.       Gloskin Banjarmasin

3.       Fave Hotel Banjarmasin

4.       Clean well Banjarmasin

5.       Tupperware Palma Tika Raya

6.       Kebabblasan Banjarmasin

7.       Summer Bed and Breakfast

8.       Ambeer.Le Hijab

9.       57 Kitchen

10.   Media Partner My Radio Banjarbaru

Demikian kenangan keseruan ultah fbb yang ke-4, semoga tahun depan kita bisa bersua lagi dalam kebersamaan yang jauh lebih baik dan tidak kurang suatu apapun.

Jumat, 30 Oktober 2020

Lima Tips Mengatasi Rasa Bosan Saat Kuliah Daring

10.14 2 Comments



Tidak terasa sudah berbulan-bulan dunia menghadapi situasi pandexx. Di Indonesia, situasi ini dimulai sejak awal Maret 2020. 


Berbagai kebijakan dalam segala bidang kehidupan diatur dengan memperhatikan kriteria protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran penyakit tersebut. 


Salah satu trend kebijakan yang muncul adalah work from home atau bekerja dari rumah. Kebijakan ini memunculkan kebijakan lainnya dalam bidang pendidikan, yaitu belajar dari rumah. Dimulailah strategi pembelajaran jarak jauh dengan segala suka dukanya.

Konsep pembelajaran jarak jauh yang dipilih para pengajar sebagian besar adalah pembelajaran daring. Dengan ketersediaan kuota jaringan internet sebagai faktor pendukung utama, pembelajaran daring diharapkan dapat menunjang proses pendidikan sekaligus mendukung gerakan di rumah saja.


Para pengajar kemudian berburu platform dan mulai menjajal diri dengan berbagai keterampilan seputar teknologi pembelajaran. Jika dulu pembelajaran hanya bisa dilakukan di kelas, di kampus dengan media yang itu-itu saja, kini mereka mulai terbiasa melakukan beberapa hal baru dalam PBM, mulai dari berbagi materi melalui grup kelas, membuat dan mengirim video pembelajaran ke media sosial, hingga menyelenggarakan teleconference melalui berbagai platform meeting online gratis yang sudah tersedia.




Sebagaimana teknik dan strategi pembelajaran lainnya, pembelajaran daring juga memiliki peluang untuk dirasa membosankan, baik oleh peserta didik maupun para pengajarnya sendiri.

Berikut lima tips untuk para pengajar saat dilanda bosan dalam pembelajaran daring; agar tetap keren sebagai pengajar kelas daring:





1.    1. Semua berawal dari niat

Segala sesuatu bermula dan berpulang pada niat. Ingatlah dan luruskan kembali niat sebagai pengajar dan pendidik kala jenuh melanda hari-hari mengajar daring. Jangan lupa bahwa yang sedang dilakukan adalah tugas yang sudah menjadi bagian dari amanah yang suatu masa akan dimintai pertanggungjawabannya.


2.    2. Tepati jadwal

Berusahalah untuk selalu menepati jadwal pembelajaran yang sudah disusun oleh manajemen. Jika suatu ketika terlambat masuk maka bukan berarti bisa terlambat juga keluar kelas, ingatlah kelas lain sudah menunggu setelahnya. Kebiasaan melanggar jadwal akan membuat kita kehilangan semangat.


3.     3. Fleksibel

Pembelajaran daring sangat menuntut kita untuk bisa fleksibel dalam aktivitas pembelajaran. Kita harus bisa sedikit merenovasi kerangka berpikir kita dalam cara pandang pembelajaran konvensional yang terikat dengan ruang kelas dan segala atributnya. Jarak, ruang dan waktu sekarang menjadi semu dan tak berbatas. Longgarkan sedikit kekakuan kita dalam memandang ruang kelas yang terbatas. Pahami bahwa kini materi bisa didapatkan dan diberikan dengan beragam cara.



4.     4. Empati

Ada banyak kelebihan pembelajaran daring, namun masih banyak juga kendala dan kekurangannya. Penelitian yang saya lakukan bersama rekan-rekan (Nikmah, dkk, 2020)  menghasilkan temuan bahwa pengajar merasa kesulitan untuk menangkap apakah mahasiswanya sudah paham atau belum terhadap materi yang ia berikan. Sebaliknya mahasiswa juga kerepotan memahami para pengajar dalam pembelajaran jarak jauh. Sebagai pengajar, milikilah rasa empati yang lebih besar daripada sebelumnya. Berikan kesempatan peserta untuk bertanya bahkan di luar jam pembelajaran jika Anda masih memiliki waktu untuk melakukannya. Empati juga terhadap hal-hal terkait sarana dan prasarana yang mungkin tidak sama ketersediaannya pada semua peserta didik Anda.


5.     5. Jeda dan rehat

Ini point paling penting. Pembelajaran daring sering kali mengaburkan batas waktu. Jangan over dosis. Mengajarlah sesuai jadwal, sesuai tujuan pembelajaran. Atur waktu untuk tetap bisa beribadah tepat waktu. Miliki pula waktu untuk jeda dan rehat. Selain itu, siapkan selalu hal-hal kecil kesukaan Anda di samping perangkat mengajar. Secangkir kopi latte misalnya atau barangkali permen, cokelat, cookies, atau buku puisi kesukaan. Putar lagu favorit atau audio kesuakaan Anda di sela-sela jadwal mengajar. Jangan lupa berdiri dan berjalan-jalanlah di sekitar tempat Anda mengudara. Lakukan gerakan fisik ringan untuk membuat tubuh lebih rileks. Sesekali telponlah teman-teman ngerumpi Anda untuk sekadar say hello. Sekadar update status juga bisa mengurangi kebosanan.




Jika Anda seorang student, ini tips untuk para peserta kelas daring kala bosan melanda:



1.     1. Ingat masa depan

Sebosan apapun Anda, ingatlah bahwa pembelajaran daring merupakan bagian dari proses pencapaian tujuan hidup Anda di masa depan. Ingat kembali bahwa ini hanya bagian kecil yang pasti akan bisa dilalui dengan gemilang demi hari esok yang jauh lebih baik. Mengingat masa depan, mengingat masa kesuksesan akan menghilangkan rasa bosan di masa sekarang.


2.     2. Siap lahir batin

Bukan hanya pernikahan yang memerlukan persiapan lahir batin (hehe), pembelajaran daring juga butuh persiapan lahir batin. Kita perlu menyiapkan hati dan tekad yang kuat di samping perlu juga menyiapkan kuota internet yang banyak agar tidak terganggu ketika menjalani pembelajaran daring, terlebih jika pengajar kita menggunakan teleconference daring. Jangan kebanyakan begadang, rugi kalau kita ketiduran saat dosen menjelaskan dalam kelas meeting online, sementara kuota kita terkuras, hehe.



3.      3. Disiplin

Para pengajar kita akan sangat senang kalau kita disiplin baik dalam kehadiran maupun dalam pengerjaan tugas-tugas. Terutama dalam pembelajaran daring ini, kedisiplinan kita adalah hal berharga bagi para pengajar kita. Mereka jadi punya lebih banyak waktu untuk mengoreksi tugas kita dan memberikan feed back. Disiplin mengerjakan tugas juga akan sangat membantu kita dalam proses pembelajaran. tugas yang menumpuk hanya akan membuat kita stres dan frustasi.


4.     4. Empati

Miliki sikap empati, baik kepada sesama teman sekelas maupun kepada pengajar. Bantulah teman yang memiliki kemampuan belajar lebih rendah daripada kita. Hubungi dia jika dia terlihat belum online di kelas. Barangkali dia sedang menghadapi kendala berat yang bisa kita ringankan. Empati juga pada para pengajar, barangkali beliau juga sama lelahnya dengan kita. Jangan membuat dia gusar dan jengkel dengan prilaku kita.


5.     5. Jeda dan rehat

Karena kita bukan robot, kita perlu jeda dan rehat. Jangan lupa menjalankan ritual ibadah sesuai agama masing-masing. Kita juga perlu waktu untuk tetap bisa melakukan hal-hal yang kita sukai. Selain itu, sediakan tempat khusus untuk belajar online dengan suasana yang paling kondusif yang bisa kita upayakan. Tidak perlu perangakat yang mahal dan mewah. Bahkan jika hanya ada handphone yang bisa kita pakai, jangan berkecil hati. Gunakan headset untuk membantu.  Sama seperti pengajar, Anda juga berhak menyiapkan hal kecil kesukaan Anda. Secangkir kopi latte misalnya atau barangkali permen, cokelat, cookies, atau buku puisi kesukaan. Putar lagu favorit atau audio kesuakaan Anda di sela-sela jadwal belajar/kuliah. Jangan lupa berdiri dan berjalan-jalanlah di sekitar tempat Anda sedang daring. Lakukan gerakan fisik ringan untuk membuat tubuh lebih rileks. Lakukan hobi Anda saat ada jeda. Memetik gitar misalnya. 



Sesekali telponlah teman-teman ngerumpi Anda untuk sekadar say hello. Sekadar selfie dan update status juga bisa mengurangi kebosanan. Selamat mencoba!

 

Selasa, 20 Oktober 2020

Make up Simpel untuk Ke Kantor, Review Mirabella Colorfix

00.27 1 Comments




Pekerjaan yang menumpuk kadang membuat kita tidak sempat melakukan banyak hal lainnya. Apalagi saat tugas penting mendesak untuk segera diselesaikan tanpa batas waktu yang bisa ditoleransi lagi. Kita seakan tak bisa beranjak dari meja kerja.

Sebagai perempuan yang tetap mengutamakan penampilan, make up merupakan hal penting. Untuk itu, perlu make up yang tepat. Perempuan bekerja tidak memerlukan make up yang macam-macam karena tujuannya cuma untuk membuat wajah tetap fresh dan cerah. Cukup yang simpel dan praktis, tetapi tetap bisa menunjang penampilan terbaik kita.



Rangkaian kosmetik Mirabella merupakan pilihan yang tepat bagi perempuan bekerja. Yang aku pakai ada tiga item, yaitu Mirabella two way cake UV, Mirabella Lip cream Matte Ekspert, dan Mirabella Colorfix Lipstik. Dalam postingan kali ini aku juga aku mau review Mirabella colorfix yaa. Ketiga item ini aku peroleh dari dalam goodybag acara ultah FBB yang ke-4. Meski aku mengikuti secara daring, acara seru ini tetap bisa aku ikuti dengan baik. Anniversary FBB kali ini bertabur hadiah dari sponsor. Berbagai doorprize dan bingkisan membuat semua hepi.

Mirabella Two Way Cake merupakan kombinasi alas bedak dan bedak dengan formula tahan lama yang menghasilkan tampilan warna yang lebih merata dan halus. Bedak ini terasa ringan, bisa dipakai saat santai maupun saat formal hendak pergi ke kantor. Ia mengandung titanium dioxide sebagai uv filter yang sangat cocok untuk perempuan yang super sibuk. Ia juga mengandung vitamin E sebgai antioksidan dan jojoba oil yang dapat melembabkan. Paket yang sangat lengkap, bukan? 

Yang aku pakai adalah seri 02 golden beige. pas dengan warna kulitku. Saat aku sapukan sponnya ke wajah, butiran halus bedaknya terasa lembut dan seketika wajah kita menjadi terlihat bercahaya. Kemasannya yang simpel dan praktis (netto 11gr) karena sudah ada cermin di dalamnya, sangat cocok dimasukkan dalam tas kantor dengan warna ungu yang sangat elegan. Kita bisa touch up sehabis wudhu ketika ishoma di kantor.


 

Selain two way cake, kita bisa melengkapi penampilan dengan Mirabella colorfix lipstik. Ini nih, review Mirabella colorfix dariku. Yang aku punya No.71. Warnanya sangat soft sehingga cocok dipakai untuk sehari-hari tanpa merasa berlebihan dalam bermake-up. Cream lembutnya juga sangat ringan di bibir. Kemasan ungu elegan, berdiameter kecil, netto 23gr membuatnya mudah dibawa dalam tas kerja. Ia bahkan bisa dimasukkan dalam kotak ATK kita :)

Untuk melengkapi review Mirabella colorfix aku kali ini, akan aku tambahkan satu item lagi, barangkali akan masuk dalam keranjang belanja kalian. Saat kita hendak menghadiri meeting yang lebih serius atau acara jamuan makan bersama relasi bisnis, kita bisa menggunakan  Mirabella lip cream matte ekspert 08. Warna ungu agak gelap membuat penampilan kita sedikit tidak biasa. Ada kesan lebih tegas dan percaya diri di balik kecantikan dan kelembutan pemakainya. Kemasan bentuk persegi, netto 8gr juga pas dimasukkan dalam kotak ATK jika kita malas menambah-nambah slot lagi dalam tas kerja. Dengan Mirabella lip cream matte ekspert 08, kita bisa make over dalam sekejap yanpa harus repot ganti kostum atau ke salon saat di kantor tetiba ada undangan acara khusus.

Tambahkan teks



Sebelum aku tutup review Mirabela Colorfix kali ini, berikut beberapa Tips Rangkaian Make Up Simpel untuk Ke Kantor versi Tatirah

1.  Jangan lupa bersihkan wajah baik dari sisa make up maupun dari debu yang menempel sebelum langkah lainnya. Ini juga membantu mengangkat sel-sel kulit yang mati. Selain itu, membersihkan wajah yang baik dan benar akan membuat kulit rileks dan kita juga tidak merasa bersalah pada wajah. Gunakan susu pembersih dan penyegarnya dengan baik. Lakukan ini kembali sebelum touch up di siang hari di tempat kerja.

2.  Kenakan pelembab dan sunscreen sebagai rangkaian wajib setelah muka sudah bersih. Langkah yang satu ini bahkan jauh lebih penting daripada menggunakan skincare dan make up lainnya.

3.     Selanjutnya, gunakan Mirabella Two Way Cake UV yang akan membuat wajah lebih berkilau. Lengkapi dengan lipstik warna lembut yang sesuai dengan tone kulit dan bibir kita.

Selamat bekerja dan tetap cantik, ya!

 

 

Minggu, 06 September 2020

Gaya Belanja pada Masa Pandemi

16.09 9 Comments
Masa Pandemi membuat gaya belanja kami berubah. Kami jadi jarang ke luar rumah dan ke tempat belanja. Semua bisa dilakukan dari rumah sekarang. Hidup telah berubah. Akan tetapi, hei jangan salah. Jangan kira ini begitu mudah terjadi padaku. Ini kisahku di Hari Pelanggan Nasional (4 September) yang kutulis sebagai artikel yang kuikutkan dalam FBB Kolaborasi Edisi bulan ini.


Untuk sesuatu yang berhubungan dengan gaya hidup, aku selalu menundanya. Aku tidak mau ikut-ikutan gaya orang lain. Selama aku belum memerlukannya aku tidak akan mengikuti perubahan atau gaya orang lain yang lagi trend sekalipun.
Dulu, ketika teman-temanku sudah punya akun belanja online, aku masih bertahan dengan belanja gaya konvensional. Sesekali aku menitipkan belanjaanku pada mereka jika kebetulan barang yang kami inginkan sama. Lumayan menghemat ongkir dan berpeluang mendapatkan diskon kata temanku. Temanku yang lainnya malah sudah memiliki akun berjualan online. Aku semakin jauh dong tertinggalnya.


Kemunculan berbagai aplikasi transaksi belanja dan lainnya membuat aku semakin merasa "Hello, Nai. Wake up. Kamu masih hidup, kan?" 

Aku sadar semua ini tidak bisa dihindari tapi aku merasa masih belum memerlukannya. Aku tidak memasang aplikasi tersebut di smartphone-ku. Jika aku terdesak memerlukannya, aku biasanya minta bantuan saudaraku. Aku menelponnya lalu meminta dia, entah memesankan Go***, memesankan barang, dan sebagainya.


Suatu hari aku ikut sebuah training di Jakarta. Sendirian. Setelah mendarat di Bandara Soetta, mulailah masalahku. Untuk menuju hotel yang sudah dipesankan oleh sepupuku, aku disuruhnya memesan mobil G***. Aku belum memasang aplikasinya bahkan di hp. Sesuai petunjuk sepupuku, aku minta bantuan petugas stand G*** yang ada di bandara saat itu. Dia memasangkan aplikasi di hp ku hingga memesankan aku sebuah mobil untuk mengantarku ke tempat tujuan. Sejak itu dua aplikasi transportasi ada di hp-ku.


Usai pelatihan, aplikasi itu sangat jarang aku pakai. Hingga tiba masa Pandemi yang sangat mengguncang dunia ini. Bulan-bulan pertama aku masih bertahan. Tidak menggunakan aplikasi apapun untuk hidup. Aku sesekali masih keluar untuk belanja.  Lama-lama aku lelah. Akhirnya sedikit demi sedikit aku belanja online lewat aplikasi tersebut. Paling banyak kupakai Untuk  membeli makanan dengan sistem bayar tunai di tempat.

Sesekali aku pergi ke ATM untuk melakukan pembayaran. Masih ribet? Yup. Aku masih tidak mengaktifkan mobile banking.
***


Pada Hari Pelanggan Nasional ini, aku juga mau cerita tentang pada akhirnya aku melakukan sesuatu terkait mobile banking.
Suatu hari -panjang ceritanya- aku harus mengirimkan uang beberapa teman di kantor melalui rekening aku, sebagian lainnya melalui rekening temanku. Aku pun pergi ke bank. Oleh bank aku ditolak mengirim melalui teller karena sesuatu hal. Aku diminta mengirim lewat ATM saja. Setelah aku coba ternyata lewat ATM pun gagal. Oleh pihak bank, aku diminta mengirim via mobile banking. Jujur aja ya saat itu sebenarnya aku rasa mau menghilang dari muka bumi tapi aku harus segera mengirim. Akhirnya aku menyerah ketika pihak bank memasangkan aplikasi mobile banking di hp-ku. Dia juga mengajari aku cara menggunakannya.
***

Kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?
Hohoo...aku sekarang sudah lihai transfer-transfer lewat hp. Hihi. Efek lainnya, aku sudah bisa belanja online terutama saat kebutuhan mendesak dan mendadak ditambah situasi Pandemi yang sangat membatasi gerak ini.

***
Zaman berubah, teknologi berkembang, gaya belanja pun menyesuaikan. 


Bertepatan dengan hari Pelanggan Nasional ini aku menyadari satu hal bahwa aku bisa berubah meski harus melalui kondisi darurat terlebih dahulu. Tentu saja itu membuatku lega. Bukankah kita perlu bergerak dan berubah? Bukankah air yang diam akan menimbulkan penyakit? Selain itu, konon dinosaurus punah karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. 

Sabtu, 29 Agustus 2020

Tentang Hari Ini dan Kemarin

01.58 0 Comments


Dear, u.

Sapardi bilang kenangan adalah fosil. Ia tidak akan menjadi abu. Ia membuat jarum jam bergerak berlawanan. Aku rasa itulah yang sering terjadi padaku. Meski tak punya mesin waktu, aku dan sebuah portal bernama kecerobohan sering membuat pembuktian-pembuktian atas semua sihir Sapardi.



Aku tahu, kamu tidak mengenal Sapardi sebaik aku. Kamu bahkan tidak mengenal aku sebaik aku mengenalmu. Di antara rimbunan sepi, kenangan tentangmu luruh. Aku ingin membantai dan menewaskan semua kisah yang pernah ada. Akan tetapi itu tidak adil bagi hari kemarin yang sudah begitu bijak memberiku pelajaran berharga.



Besok, ketika hujan pertama turun di hari pertama kamu kembali, aku ingin menitipkan kata-kata. Kata-kata yang kutimang-timang sepanjang perjalanan sunyi penuh sejarah. Jangan mengelabukan fakta dengan asumsi pribadimu. Kita sudah kerap menyerah pada sisi harapan yang paling jelaga.



Untuk kamu, terima kasih banyak. Luka yang kamu ngangakan membuat aku lebih peka agar tidak membuat luka serupa pada yang lain.

Rabu, 05 Agustus 2020

Ben dan Belantara Rindunya: Pengantar Buku Kumpulan Puisi Hutan Segala Rindu Karya HE Benyamin

22.39 0 Comments

Oleh Nailiya Nikmah JKF



Menjadikan alam dan lingkungan hidup sebagai latar tempat maupun suasana dalam sebuah karya barangkali merupakan hal biasa yang relatif mudah dilakukan oleh para pencipta (:penulis) karya sastra. Yang dilakukan oleh HE Benyamin (Ben) dalam kumpulan puisi ini lebih dari itu. Alam dan lingkungan hidup menjadi bangunan utama puisi-puisi Ben; menjadi sandaran setiap judul; menjadi ruh setiap bait. Ia menumpahkan tidak hanya perasaan-perasaan yang bersinggungan dengan nilai estetika sebuah karya dalam puisinya  tetapi juga mencurahkan seluruh pemikiran dan ide-ide yang tidak cukup diungkapkan melalui jalan biasa.

Membaca puisi-puisi dalam buku ini menggiring kita perlahan-lahan untuk memasuki gerbang ekokritisme - yang menurut Glotfelty adalah sebuah studi tentang hubungan sastra dan lingkungan hidup. Isue kerusakan lingkungan, krisis global dan kerentaan bumi memengaruhi cara pandang manusia tentang dirinya sendiri dan kaitannya dengan alam/lingkungan. Setelah cara pandang tentang hubungan manusia dan alam mulai diperbaiki, bermunculan kajian hijau/ekokritisme. Kajian ini sendiri mulai marak pada 1900-an. Karya sastra (:puisi-puisi) dapat dipandang sebagai bagian dari ekosistem pada sebuah kajian sastra lingkungan.

Melalui puisi-puisinya, Ben menyampaikan keindahan alam dan lingkungan Kalimantan. Kita disuguhi diksi-diksi seperti hutan,belantara, lahan gambut, rawa, bukit, sawah, gunung, pantai, gerimis, hujan, embun, bunga, anggrek, keragaman hayati, ranting, akar, kulit kayu, daun-daun dan sebagainya. Ia hadir sebagai dua hal yang kontradiksi sekaligus.

Dalam  kumpulan puisi yang diberi judul Hutan Segala Rindu (HSR), kita dibentangkan fakta-fakta lingkungan yang bisa jadi belum tersentuh dengan sempurna oleh rumpun ilmu lain secara leluasa. Kita disodori hal-hal memprihatinkan yang mungkin akan sangat sulit diperjuangkan dengan cara lain, yang dalam buku ini di-capture dengan baik oleh Ben melalui puisi. Kebakaran dan pembabatan hutan, rawa yang tenggelam, sawah beracun, limbah, banjir, menjadi topik dalam HSR.

Di antara sekian banyak hal yang bisa dipilih terkait alam dan lingkungan hidup, Ben memilih hutan sebagai fokus utama. Di sinilah sisi kearifan lokal seorang penyair bermain. Pada banyak bagian, Ben secara spesifik bicara tentang Kalimantan (khususnya Kalimantan Selatan). Pulau Kalimantan adalah salah satu paru-paru dunia karena hutannya. Dalam beberapa kurun waktu yang lalu, laju deforestasi di Kalimantan sangat cepat. Untuk itulah berbagai upaya perlu dilakukan oleh semua pihak.

HSR mengungkapkan cerita tentang eksploitasi terhadap Meratus; penambangan batubara; gelondongan kayu; serta hal-hal lain yang mengungkapan ketamakan manusia terhadap lingkungan dalam aktivitasnya mengambil habis isi kekayaan alam tanpa upaya pengembalian kondisi. Pembabatan hutan serta pertambangan tanpa reklamasi dan reboisasi misalnya. “Meratus Rantai Pengetahuan Tak Boleh Putus” menjadi salah satu puisi yang bisa kita jadikan referensi dalam hal ini.

Ada yang menarik dalam diksi atau pilihan kata yang digunakan Ben dalam puisi-puisinya. Kita akan temukan diksi yang bersinonim bahkan ada yang sama persis dalam beberapa puisi yang berbeda. Ini bisa kita telusuri pada beberapa cuplikan bait berikut: /Mata mistismu bagai embun sapa mentari/ dalam puisi“Bunga-bunga Menjelma Kau”; /sudah berapa lama mata mistismu menghuni imajinasi hatiku/ dalam puisi “Hujan Mendekap Aura Rahim”; /mata mistismu mencurahkan kebeningan telaga rindu/ dalam puisi “Mencurahkan Kebeningan”; /tatapanmu alur mantra mendekam/ dalam puisi “Kejernihan Tak Tersesat”; /mata mistismu ramuan belantara dan samudera/ dalam puisi “Terbakar Tumbuh Kembali”; /menemu matamu, rindu balian menari dalam hujan/ dalam puisi“Balian Mantra Matamu”; /kau menatap tanpa binar/ dalam puisi “Deras Ternyata Rindu Mengalir”; /matamu memancar dalam jiwaku/ dalam puisi “Kekasih (13)”; /kilat sesekali mengejutkanku, matamu begitu mistis/ dalam puisi “Kekasih (14)”. Puisi-puisi tersebut seakan mengabarkan bahwa kita telah tiba pada suatu fase di mana bukan kita yang memantau atau melihat alam dan lingkungan hidup melainkan sebaliknya, alam dan lingkungan hiduplah yang saat ini sedang mengawasi dan mengintai kita. Ketika kita lengah dan lalai maka kita harus siap menerima segala konsekuensinya.

***

Tidak ada puisi tanpa kerinduan di dalamnya. Bahkan hal tersebut dari awal telah diakui oleh Ben dengan meletakkan kata rindu sebagai bagian dari judul buku ini. Pertanyaannya, kerinduan macam apa yang dimiliki olehnya? /alangkah hebat rindu melumat waktu dan jarak/ tuturnya dalam puisi “Terbakar Tumbuh Kembali”. Sejalan dengan itu, puisi berjudul “Kekasih (9)” berikut menjelaskan dengan lugas; mewakili seluruh kerinduan yang ada.

Kekasih, ribuan lesung pipitmu kuatkan ketidakberdayaanku

Hanya rindu penuh mampu tatap hujan sungguh puitis

Kau tahu, jarak dan waktu terkurung dalam hatiku

Melapangkan hadirmu.

 

Demikianlah, belantara rindu, jarak dan waktu semua berpulang pada hati yang lapang. Selamat menjelajah Hutan Segala Rindu. [] Zona Merah di Utara, 02 Juli 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Jumat, 26 Juni 2020

Amsterdam dan Angin yang Mengirimkan Salam: Sebuah Catatan untuk Buku Cinta Jangan Selesai Karya Yose S. Beal

01.51 0 Comments

oleh Nailiya Nikmah



Aku merasa kautinggalkan
Harus berjalan sendirian membuatku ketakutan
Aku berlari di musim dingin tidak juga menghindari cintamu
Yang tiba-tiba tumbuh subur di setiap relung hatiku
Tetapi kedua kaki dan juga detak jantungku
Mengirimkan tanda untuk menguji kekuatanku
Meski hanya dalam hati bisakah kau mendengarnya?*


Pendahuluan

Jika ada yang bilang buku adalah jendela dunia dan mata adalah jendela hati, maka puisi adalah kedua-duanya. Ia jendela dunia sekaligus jendela hati. Setidaknya itulah yang tergambar dalam Puisi-puisi Yose S. Beal (YSB) di buku Cinta Jangan Selesai. Buku terbitan Garudhawaca, Yogyakarta 2020, berisi puisi YSB dan rekan-rekannya (lima penulis lainnya, yaitu iLuz, Nora Lelyana, Septi AS. Abdullah, Naidee, HE Benyamine).

Sebagai seorang pelari dalam makna denotatif, keberadaan puisi-puisi yang ia tulis adalah sebuah cara bagi YSB untuk mengomunikasikan segala macam pemikirannya yang silih berganti seiring dengan perjalanan (:pelarian) yang ia lakukan.  Pemikiran yang berlompatan terlihat dari susunan puisi dalam buku ini jika kita mengamati titi mangsa. Puisi-puisi dalam buku ini merupakan puisi yang intens dicipta dari rentang waktu 2015 hingga 2019. Buku atau kumpulan puisi ini mencoba mengomunikasikan segala sesuatu yang ia alami dan rasakan sejak 2007 ketika ia menjadi pembaca puisi jalanan.

Teori dan Pendekatan

Komunikasi adalah dasar kehidupan. Manusia melakukan komunikasi untuk memenuhi beragam keperluan. Kita bahkan melakukannya tanpa menggunakan teori atau metode tertentu. Itu sebabnya, komunikasi disebut ilmu sekaligus seni (Ruben, 2014).

 Teori sastra kontemporer yang berhubungan dengan hal ini adalah teori Formalisme Rusia-nya Roman Jakobson. Ketika menitikberatkan antara bunyi dan makna dalam sastra, Jakobson menyimpulkan bahwa bunyi dan makna diantarai oleh perbedaan, yang disebut sebagai ciri khusus. Dia memandang bahasa sebagai suatu sistem makna. Ciri khusus tersebut menjadi salah satu bagian yang tak terubahkan dalam sistem komunikasi itu sendiri. Inilah awal dari teori komunikasinya, bertitik tolak dari fenomenologi Husserl, dia tidak pernah menyimpang dalam mempertahankan model bahasa sebagai sarana pengiriman pesan dari pengirim ke penerima. Pengirim dan penerima merupakan entitas psikologis, membentuk bagian sistem yang paling penting. Mulanya yang menjadi kajian utama Jakobson adalah puisi dengan adanya fungsi puitik. Selanjutnya dikembangkannya sehingga ia menjadi seorang teoritikus pertama yang menjelaskan adanya komunikasi dalam teks sastra. Istilah fungsi mengacu penempatan suatu karya sastra dalam suatu modul komunikasi yang meliputi relasi antara pengarang, teks dan pembaca. (Syuropati dan Agustina Soebachman, 2012:17).

Dalam teori komunikasi pada bagian asas-asas komunikasi manusia terdapat beberapa aspek komunikasi yang tidak terlihat, di antaranya adalah referensi diri dan refleksivitas diri. Referensi diri mengandung makna bahwa komunikasi antarmanusia sangat mengacu pada kehidupan diri sendiri dan bersifat otobiografis. Apa yang kita lihat dan kita katakan tentang orang lain, pesan, dan acara di lingkungan akan selalu juga mengatakan banyak tentang kita seperti halnya tentang mereka. Pada aspek refleksivitas diri individu dimungkinkan untuk melihat diri mereka sebagai “diri”, sebagai bagian lingkungan atau sebagai bagian lingkungan atau sebagai bagian yang terpisah dari lingkungan. Dari refleksi diri, kita mampu untuk berpikir tentang pertemuan kita dan keberadaan kita, tentang komunikasi dan perilaku manusia (Ruben & Lea P. Stewart).

Pembahasan
Jiwa YSB seperti langit dipenuhi awan yang berisi benih-benih hujan. Puisi-puisinya dalam buku CJS adalah deraian hujan yang tak bisa dibendung-bendung. Banyak yang ingin ia sampaikan tapi tidak semua bisa diucapkan. Puisi-puisi adalah caranya mengomunikasikan semuanya. Ada banyak puisi di sini yang merekam dialog sebagai upaya penyampaian pesan-pesan untuk seseorang yang entah, yang menggunakan diksi kau.

1.    Puisi yang Berlari
Membaca karya-karya YSB dalam Cinta Jangan Selesai, kita akan menemukan spirit, semangat dan optimisme dalam menghadapi kehidupan. Pada sampul belakang, di bagian biodata penulis buku (YSB) ditemukan frase penulis yang pelari. Dia juga tertera di situ sebagai pembaca puisi jalanan. Informasi-informasi kecil yang sepertinya remeh ini dalam sebuah buku puisi tidak bisa diabaikan. Ini seolah menjadi semacam jembatan bagi pembaca untuk bisa terhubung dengan aku lirik; berusaha menemukan apa yang sebenarnya sedang berusaha dikomunikasikan oleh pengarang atau penulis tersebut. yang menghubungkan pengarang, puisi, dengan aku lirik.

 Sedikitnya ada 15 lokasi berbeda menjadi tempat persinggahan YSB dalam menuangkan gagasan. Buku ini sebuah personifikasi atas diri YSB. Aku lirik sebagai bagian dari teks sastra dalam buku CJS sesungguhnya tengah melakukan sprint di arena marathon. Ia berlari dengan kecepatan yang biasa dipakai oleh para sprinter tapi ia lupa ia tengah berada dalam arena marathon. Bahkan jika ia punya kekuatan super sekalipun ia akan kelelahan sebelum tiba di garis finish.

Aku lirik mulai berlari dari Surabaya dalam “Persemaian” (hlm 3) dimulai dari ingatan tentang kisah yang telah lama menjadi masa lalu tetapi menjadi dekat sedekat hari ini. Akan berapa lama lagi semua kenangan bertahan? Sebuah pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab menjadi pembuka buku ini. Selanjutnya semua kisah berlarian, berjatuhan seperti rinai hujan.

2.    Referensi Diri

CJS seperti menu lengkap dalam sebuah sajian. Di antara puisi-puisi tentang perasaan cinta dan semacamnya, terdapat beberapa puisi yang bertema nasionalis. “Inilah Wajahku”, “Janji Merdeka”, “Karnaval Proklamasi Ibu Pertiwi” dan “Negeri Tanpa Janji” di antaranya.

“Inilah wajahku” menjadi sebuah referensi diri dalam komunikasi yang sedang dilakukan YSB.  Apa yang YSB lihat dan ia katakan tentang negaranya (Indonesia) pada akhirnya  membuat aku lirik harus mengatakan bahwa itu memang wajah cintanya .../Indonesia adalah/ kaleng berisi sabu yang disimpan di bawah ijasah palsu/ tapi tak akan kutukar/ merah putihku dengan puluhan bintang/ karena itulah wajah cintaku//.

Lalu pada Pohon Hidup (hlm 97) .../cinta memerdekakan/ hidup harus ditunjukkan/.../Akuilah diri kita/ kau terima aku apa adanya/....merupakan bait yang memggambarkan sebuah referensi diri.


3.    Refleksivitas Diri

Aspek refleksivitas cukup banyak dalam CJS. Barangkali, inilah yang menjadi pilihan-pilihan manusia dalam aktivitas komunikasinya. Aku lirik dimungkinkan untuk melihat diri sebagai “diri”, sebagai bagian lingkungan maupun sebagai bagian yang terpisah dari lingkungan. Dari refleksi diri ini aku lirik mampu untuk berpikir tentang pertemuan-pertemuan yang ia alami dan keberadaan dirinya, serta tentang komunikasi dan perilaku manusia. Memilih diam dan kesedihan setelah diam menjadi pilihan dalam fase refleksivitas.

.../namun jika nanti ternyata dia mencariku/.../meski negeriku diam tak bersuara// (“Negeri Tanpa Janji”, hlm 99). Puisi ini bicara tentang seberapa berharga aku lirik bagi negeri ini, sebuah refleksivitas diri yang sangat elegan.

Tercantum pula dalam “Mari Kita” ...kita tak bersuara hanya ada suara hati/.... serta pada “Karnaval Prolamasi Ibu Pertiwi”(hlm 102), ...(Aku juga berteriak: merdeka!!!/ Meski hanya dalam hati,/ bisakah kau mendengarnya?)//. Hal yang serupa juga bisa ditemukan pada “Berjalan Di Desa Weesp” (hlm 152) ...Jika nanti sekali saat engkau tanyakan/ Jika nanti sekali saat kau ingin tahu/ Maka hanya jawaban jujur yang ada/ Meski itu tak bersuara dan tak kau dengar apa maknanya/ ....

4.    Melepaskan Diri dan Jalan Keluar

Apakah masalah terbesar manusia? Pengkhianatan, ketakutan, kesedihan, kesendirian, kegalauan, gagal move on, ketidakmapanan, kehilangan orang tercinta, kehilangan pekerjaan, kehilangan jati diri, ketidakwarasan, kehilangan kemerdekaan, ketidakbahagiaan? YSB pelari yang gesit dan energik ini pun tidak lepas dari semua itu. .../Mataku perih menangis kehilanganmu/...(“Mencari Apa”, hlm 21)

Sudah kuduga akan begini/ memang bebal membuat rasa sakit di hati/ sisa-sisa kisah jangan dikenangkan lagi/ bisakah berjalan sendiri?// (“Menunggu Armagedon”, hlm 40)

Waktu yang kami rampas diminta kembali oleh pemiliknya/.../senyuman kami yang terakhir kali saling tersungging begitu saja/ tiba-tiba menjadi begitu lapar sangat terasa// (“Duduk Berdua”, hlm 41).

Akan tetapi “Pintu Biru yang Ragu-ragu” mewakili kesedihan yang tidak membuatnya harus kehilangan sisi gentleman. Bacalah dengan lengkap puisi tersebut dan berhentilah pada bagian ini .../Sesungguhnya kamu di mana?/Tanganku mulai lemah membawa tas kain penuh cinta/ jadi benar semua ini telah menimpaku?/....

Liliweri (2009) menyebutkan bahwa kadang kita berkomunikasi untuk melepaskan diri atau mencari jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi. Seberapa banyak di antaranya yang bisa kita selesaikan dengan memperbaiki komunikasi? Dalam “Ketika Kita Sendirian” (hlm 95), aku lirik menceritakan kembali dialog-dialognya dengan kau. /Aku merasa kau tinggalkan/ harus berjalan sendirian membuatku ketakutan/.../Ketika kau menjawab bahwa selama ini kau juga sendiran tiba-tiba aku punya keberanian/.../kini aku mengerti bahwa kita tidak pernah sendirian//. Aku membuka ruang komunikasi dengan si kau dalam kesendirian yang membuatnya ketakutan namun setelah itu ia mampu menyelesaikan masalah yang ia hadapi. Bahkan ketika hal paling buruk terjadi, dalam “ Lambaian Berpisah (hlm 6), aku lirik menemukan sebuah pencerahan yang ia komunikasikan kepada kita sebagai pembaca. Jangan risau jika kalian sendiri atau disendirikan/ karena saat sendiri atau bersama/keduanya sesungguhnya sama saja/....

5.    Relasi dan Pilihan Berharga

Dalam pengantarnya di buku ini, YSB menyatakan bahwa “Menulis adalah ekspresi perasaan, hakekatnya adalah wujud kebebasan.” Menulis dan berlari menjadi pilihan YSB mengomunikasikan seluruh jiwanya. Tidak salah lagi, CJS adalah dialog batinnya kepada orang-orang terdekat, kepada orang asing di luar sana, kepada kita semua. “Izinkan Aku berlari” (hlm 141) menjadi sebuah moment gunting pita yang meresmikan dua pilihan hidupnya. Pilihan hidup yang salah mempertemukannya dengan lima rekan spesialnya,  dalam buku Cinta Jangan Selesai ini.  

“Terbakar Tumbuh Kembali” (hlm 54) oleh HE Benyamin; “Kupu-kupu” (hlm 173) oleh iLuz; “Hidup adalah Pilihanku” (hlm 145) oleh R.A. Nora Lelyana; “Sebuah Kisah Akhir Jalan” (hlm 105) oleh Septi AS Abdullah; dan “Rubuhnya Aksara Angka 9 – 0” (hlm 32) oleh Naidee adalah harmoni, menjadi warna-warni yang bersinergi satu sama lain dalam CJS. Ada benang merah yang bisa ditemukan dari puisi-puisi tersebut yang akan membuat mereka saling mencerahkan satu sama lain.

Pencerahan demi pencerahan ditemukan oleh YSB setelah melewati masa-masa berlari. Bukan, ini bukan berarti ia berubah jadi malaikat yang tak beremosi. Ia masih memiliki rasa susah dan sedih .../ Saat itu hati susah dan airmata berlomba menguasai hari-hariku/.../ Ternyata aku masih bisa merasa susah saat kau tidak memililihku/.../Tapi aku sudah terlatih untuk tidak berkeluh kesah/ Di usiaku yang lewat senja sudah/.... (“Cerita Pohon Jambu, hlm 175) bentuk kontemplasi yang sempurna sebagai seorang manusia. Puisi ini menuturkan sebuah kejujuran bahwa sedih, susah, dan air mata tidak mengenal gender bahkan usia.

Air yang tergenang akan menjadi sarang penyakit, begitu kira-kira sebuah nasihat tentang betapa kita seharusnya bergerak, berubah, berkelana. Dalam “pelarian-pelariannya” YSB mendapatkan begitu banyak hal berharga. Yang paling berharga ia temukan dalam “pelarian”nya dari Amsterdam ke Praha, Cheko.
 .../Kemudian angin mengirimkan salamnya/ Bahwa keinginan itu, seperti air yang akan mencari jalannya/.../Orang besar bisa menerima kebahagiaan orang lain tetapi/ Tidak semua orang bisa menjadi orang besar// Bebas adalah tidak memelihara takut/ Perasaan takut, khawatir, harus dibuang/ Untuk menguji seseorang yang tulus atu tidak maka/ Kita harus yakin bahwa mereka menerima kita apa adanya//. (“Perjalanan Amsterdam ke Praha, Cheko”, hlm 169). Cuplikan bait ini adalah tujuh mutiara YSB. Mutiara yang ia ronce selama perjalanan 12 jam di atas bus menjadi sebuah gelang cantik or something. Tujuh hal penting yang mungkin baru terekstrak selama ia berlari di dataran Eropa, lebih tepatnya di Amsterdam.

Epilog
Apa yang terjadi di Amsterdam sebelum ia ke Praha, biarlah menjadi kisah lain di kemudian hari. Yang jelas, ketika angin mengirimkan salamnya, YSB kemudian menitip satu pesan singkat bagi pelari lain dalam kehidupan ini: Cinta Jangan Selesai! []Nai, Zona merah, Siang Malam Juni 2020 ditemani Suraj Huwa Madham dan Full Album Naff The Best of


Referensi
Liliweri, Alo. 2009. Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya.Yogyakarta :Pustaka Pelajar.
Ruben, Brent D. 2014. Komunikasi dan Perilaku Manusia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syuropati, Mohammad A. dan Agustina Soebachman. 2012. 7 Teori Sastra Kontemporer & 17 Tokohnya. Yogyakarta:In AzNa Books.

*Cuplikan beberapa puisi YSB dalam CJS


Disampaikan pada peluncuran dan bedah buku CJS, 27 Juni 2020.