Senin, 22 Januari 2018

# gaya hidup

Menjadi Ibu Traveller Zaman Now


Menjadi wanita yang berperan ganda bukan hal asing lagi bagiku. Ibuku dan semua saudara perempuannya adalah wanita pekerja, sebagian besar menjadi guru. Aku sudah sering melihat berkas-berkas pekerjaan kantor yang menumpuk di rumah. Ibu yang begadang sampai tengah malam menulis (tulis tangan lho) Satuan Pembelajaran adalah pemandangan biasa bagiku. Ibuku dan saudaranya menitipkan anak-anak di rumah nenek juga sebuah tradisi yang tidak asing lagi bagiku. Karena ayah pegawai negeri di sebuah instansi pemerintah, ibu pun menjadi ibu dharma wanita. Tugas dan kegiatan ibu-ibu dharma wanita dan atau ibu-ibu PKK tidak kalah banyak daripada kegiatan karier ibu sendiri. Aku sering mendengar bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja akan kekurangan kasih sayang dan cenderung nakal. Aku pernah melihat sendiri beberapa kawanku bernasib seperti itu. Anehnya, aku dan adikku tidak seperti itu. Kami fine-fine aja ibu tidak ada di rumah, hehe. Kadang aku suka bercanda pada adikku, “Betapa beruntungnya ibu kita, sukses di luar, sukses di dalam.” Kami paham dan maklum saja kalau ibu sibuk bekerja. Kami tidak lantas nakal hanya karena kekurangan waktu bersama ibu.” Belakangan aku yakin, itu semua karena Ayah yang tak lelah mendoakan kami.
Salah satu kesibukanku:
mengisi materi  kepenulisan sambil traveling
Lokasi: hutanpinus bjb


Kini, aku menjadi wanita karier juga seperti ibu. Bedanya, aku punya anak 4 sedangkan ibu hanya punya 2 anak. Orang-orang pada umumnya kaget mendengar ibu muda seperti aku sudah punya 4 anak. Beberapa prinsip ibu menurun pada kami. Urusan rumah misalnya, harus beres di tangan sendiri bukan di tangan asisten rumah tangga. Aku bahkan sampai sekarang tidak pernah mempekerjakan asisten rumah tangga. Mulai memasak, mencuci, mengepel, menyapu, menyetrika, belanja, semua kukerjakan sendiri dibantu suami dan orang serumah lainnya. Berbeda dengan ibu, anak-anakku keempatnya nempel denganku. Segala hal ingin aku yang melayani dan menemani. Pergi ke dokter gigi, misalnya. Mereka selalu ingin aku yang menemani. Jadi aku merasa bebanku lebih berat daripada beban ibuku dulu. Ditambah lagi, anak-anakku adalah kids zaman now, hehe. O,iya meski sibuk mengajar, aku tak pernah melewatkan fase-fase penting anak-anakku. Setiap mereka ada kemajuan, sekecil apapun, bagiku adalah prestasi yang harus dihargai. Tiap ada momen bagus aku selalu berusaha mengabadikannya lewat kamera sakuku. Entah itu nanti diunggah ke akun medsosku, atau kucetak.

Kami berenam sama-sama menyukai alam bebas. Ini membuat kami menyukai kegiatan traveling. Bagiku pribadi, kegiatan traveling selain menjaga “kewarasan” berguna juga sebagai  bagian dari penunjang kegiatan menulis. Beberapa tahun lalu misalnya, aku nekat pergi sendiri ke Kabupaten di Hulu Sungai tepatnya di Kecamatan Batang Alai Utara hanya untuk melakukan riset dalam rangka penulisan novelku Sekaca Cempaka. Aku perlu riset tentang pohon cempaka dan kebun kembang di kecamatan tersebut. Beberapa hal harus kupotret untuk dipelajari lebih lanjut.  Saat itu si kembar masih terlalu kecil menurutku untuk dibawa.
Sekarang mereka sudah 8 tahun, saatnya aku mengajak mereka dalam petualangan kami seperti kakak-kakaknya. Diawali dari travel libur tahun baruan di PantaiTurki, Kabupaten Tanah Laut, yeay 2018 akan jadi tahun traveling kami, semoga!

Kami sekeluarga menyukai traveling. Saat libur, anak-anak lebih memilih bertualang di alam daripada ngemall (anak kedua kami malah sekarang tergabung dalam sebuah komunitas pendakian di kotaku). Menurut artikel yang pernah kubaca, bepergian bersama anak akan sangat bermanfaat untuk perkembangan kepribadian dan fisik mereka.

So, menjadi ibu zaman now harus punya kamera yang bagus dan praktis juga sepertinya. Ini selalu jadi bahan rundingan aku dan suami yang sama-sama suka mengabadikan kenangan. Terlebih di antara anak kami ada anak kembar yang selalu saja ada momen istimewanya. Kami tidak ingin anak-anak melupakan begitu saja momen kebersamaan yang pernah ada hanya karena tidak ada fotonya. Jauh sebelum ada trend selfie menggunakan ponsel seperti sekarang, aku suka juga selfie menggunakan kamera saku. Tentu saja hasilnya kurang maksimal. Aku dan suami sempat terpikir hendak membeli kamera gede yang biasa dipakai para fotografer profesional agar kualitas foto  lebih maksimal.
Personil lengkap disela perjalanan susur sungai: sarapan nasi kuning di dekat pasar Lama Bjm


Selain mengajar, passion utamaku adalah menulis. Menulis otomatis sepaket dengan membaca. Passionku yang satu ini membuatku sering berkumpul bersama komunitas-komunitas seputar kepenulisan, mulai komunitas sastra dan seni, forum penulis, sampai komunitas blogger khusus perempuan di kotaku. 


Berada dalam komunitas yang sesuai dengan passion kita akan mendukung gerak dan memberi ruang bagi kita untuk meningkatkan kualitas diri di samping kebermaknaan diri  kita terhadap orang lain.

Tulisan yang bagus akan lebih bagus lagi kalau ditambah oleh foto-foto yang bagus pula. Awalnya, aku enjoy ngeblog menggunakan laptop dan melengkapi foto dengan jepretan kamera saku. Di kamera itu ada memory card yang menyimpan data foto-foto aku. Nanti aku tinggal mencopot dan memasukkannya ke laptop setelah itu baru diunggah untuk melengkapi tulisanku. Belakangan, karena seabrek tugas dan tanggung jawab, aku merasa tidak praktis lagi menggunakan kamera saku. Suamiku menyarankan aku beli hp yang dilengkapi fitur kamera yang lebih bagus daripada hp ku sebelumnya. Hanya saja belum kesampaian. Kalaupun aku membeli hp baru, aku maunya hp tersebut memiliki keunggulan yang lebih banyak dalam hal foto-memoto. Biasalah tipe ibu pelit (:penuh perhitungan) kaya aku kalau mau membeli sesuatu harus timbang-timbang plus minus nya dulu. Sebuah benda yang akan dibeli harus benar-benar bermanfaat serta  secara kualitas maupun kuantitas. Pengennya punya hp kamera yang tidak sekadar menangkap dan mengabadikan momen-momen spesial tapi mampu memperindah dan mempercantik momen tersebut dengan aplikasinya.

Sehari Bersama OPPO Selfie Tour With F5 dan Liputan 6.Com Seseruan bareng FBB πŸ˜™


Sebuah kesempatan yang sangat berharga ketika aku bisa menghadiri acara OPPO Selfie Tour With F5 di Mercure Hotel Banjarmasin (Selasa, 16 Januari 2018). OPPO F5 merupakan smartphone terbaik no 4 dunia beresolusi tinggi 2160 x1080 pixel. Ini akan memberikan pengalaman pertama kepada kita untuk pencapaian teknologi dalam fotografi smartphone. Aku menghadiri acara tersebut bersama sembilan orang temanku (kurang lebih sepertiga member kami) yang  tergabung dalam Female Blogger Banjarmasin (FBB). Menghadiri even-even seperti ini bagi kami seperti meet up seru karena biasanya kami lebih sering bertemu di dunia maya (saling bw). 
Bersama Member FBB di acara Oppo Selfietour with F5

Yang pertama kami lakukan ketika sudah ngumpul di tempat acara tidak lain adalah berfoto bersama πŸ˜— Dalam acara tersebut ada juga komunitas lain, kebanyakan sih ibu-ibu muda yang cantik, sebagian lainnya kurasa para gamers.
Setelah melakukan registrasi, aku dan teman-teman FBB menikmati kudapan yang disediakan panitia sambil menunggu acara dimulai. Secangkir teh hangat manis yang kucampur krimer ditambah kacang koro menjadi pilihanku. Sore itu langit cerah meski beberapa saat sebelumnya Banjarmasin sempat diguyur hujan. Aku memilih duduk di bangku tepi kolam renang hotel. Sekali dua selfie bersama teman-teman. Tidak lama kemudian kami segera memasuki ruang acara karena acara akan segera dimulai.

Memasuki ruang acara, perhatianku langsung tertuju pada stage untuk pembicara dan stage sampingnya yang memajang gambar Batman dan Superman dengan lampu ikon F5. MC begitu lincah dan luwes membuka sekaligus memandu acara. Kadang-kadang dia menggunakan bahasa Banjar, bahasa daerah kami untuk mencairkan suasana karena entah kenapa, awalnya para peserta terkesan tegang macam mau ikut ujian seminar proposal skripsi saja, hehe. MC sampai harus mengingatkan bahwa dalam acara tersebut kita rileks, santai saja gak usah tegang. Good job, kaka MC cantik!  Satu per satu pembicara tampil menyampaikan materinya masing-masing.

Mas Aryo, Ekspertnya OPPO, eui!

Waktu pertama dipanggil maju ke stage, kupikir pemateri yang satu ini bakal ngebosenin karena mukanya yang agak formal. Eh, setelah panjang lebar bicara ternyata asyik banget. Sebagai PR Manager Oppo Indonesia, ia menjelaskan panjang lebar, lancar dan detail tentang OPPO F5. Aku berpikir keras saat dia bertanya, “Apa yang kalian tangkap dari tayangan iklan OPPO-nya Chelsea Island tadi?” Aku menebak-nebak, menjawab dalam hati. Sepertinya aku belum fokus, jawabanku salah, heu heu.

Capture The Real You

“Emang harus sama,ya?” nah ternyata ini nih kuncinya. OPPO F5 punya teknologi kecerdasan buatan yang dapat mempelajari dan mengenali perbedaan kita sebagai manusia, lho! Yup, Capture The Real You, guys.

Perbedaan apa saja yang bisa dia deteksi? Ya perbedaan warna kulit, usia bahkan jenis kelamin. Ini membuat peningkatan akurasi yang sesuai dengan subjek foto kita. Jadi, OPPO F5 ini bisa mengenali apakah subjeknya itu balita yang kulitnya masih halus mulus ataukah manula yang sudah ada keriputnya. Ini membuat foto kita terhindar dari tersajinya efek yang sama seperti kalau kita memoto dengan kamera lain. Misalnya nih, cowok kalau selfie ya nanti hasilnya tidak akan sama dengan cewek. Warna kulitnya, warna bibirnya, bahkan tipis kumisnya. Ini nih yang dimaksud dengan OPPO Capture The Real You. Bagaimana kalau kita foto berdua dengan teman kita yang beda jenis kelamin? Ini nih hebatnya OPPO F5, dia bisa mengenali kita berdua dengan baik dan hasilnya ya kita dan teman kita akan berbeda penampakannya, yaitu sesuai aslinya kita masing-masing. Jangankan foto berdua, foto berlima dan berombongan pun hasinya akan sesuai keadaan kita masing-masing yang ada di frame- nya. Ini benar-benr menjadikan OPPO F5 sebagai selfie ekxpert & leader.


Yang akan di-detect oleh Oppo F5 adalah: Skin Tone, Skin Type, Gender and Age.

Selain itu, Mas Aryo juga menjelaskan fitur-fitur utama OPPO F5 yang bikin mupeng kita-kita. Nih kukasih bocorannya:

1. AI Beauty Recognition Technology
Ini seperti yang sudah kutulis sebelumnya, F5 akan memindai lebih dari 200 titik pengenal wajah, menuju setiap titik keunikan wajah dan membuat penyesuaian dengan peningkatan kecantikan yang halus tampak alami. Ini membuat cantiknya kita adalah cantiknya kita sendiri yang tidak akan sama dengan orang lain.
2. Tampilan Layar Penuh
F5 berlayar FHD +6 inchi degan aspek rasio 18:9, dengan 84,2% screen to body ratio memberikan pengalaman visual yang nyata tanpa menambah dimensi perangkat. Ketika membaca artikel, daya tangkap visual kita lebih luas karena Full Screen Display. Begitu juga ketika urusan foto memoto. Media juga dapat menjalankan mode Split screen, yaitu menjalankan dua aplikasi sekaligus pada layar yang sama, misal mau nonton you tube sambil tetap goggling-goggling yang lain. Tidak ada Home Button fisik atau fingerprint scanner mengganggu tampilan depan.
3. ColorOS OS 3.2 untuk pengalaman pengguna yang lebih smooth
F5 dengan OS terbaru kombinasi RAM 4G + 32 GB memory internal membuat sistem operasi  jauh lebih mulus dan kecepatan transfer file 100 kali lebih cepat daripada bluetooth. Prosessor Octa-core hadir dengan fitur penghematan, mengendalikan panas dan kinerja lebih baik. OS yang disempurnakan membuat kita dapat menjalankan beberapa aplikasi yang berjalan saat kita sedang main game online dengan arena of Valor dan melihat apakah ada pelambatan dalam gameplay.
Penampakan Oppo f5, kuambil waktu sesi experience

Uniknya, dalam F5 ada yang namanya Fitur atau Fungsi Jangan Ganggu. Jadi gini nih, saat kita asyik main game, ada panggilan masuk, itu akan terlihat di notif panggilan masuk yang muncul dari atas, sehingga gameplay tidak terganggu tanpa melewatkan panggilan. Nah, terkait game, kita pasti ingat anak. Oppo F5 ini ada fitur Kids spaces-nya , yaitu fitur yang dapat membatasi anak dari penggunaan hp semaunya. Diantaranya, membatasi game untuk mengirimkan sms berbayar, membatasi anak melakukan pemasangan atau penghapusan aplikasi, membatasi aplikasi yang dapat diakses anak, membatasi waktu penggunaan tiap aplikasi, serta membatasi penggunaan jaringan data.

4. Fitur Sederhana untuk Pengguna yang Lebih baik sebenarnya ada tiga, yaitu facial unlock, daya baterai dan fitur jangan ganggu (yang sudah kusebut tadi).
Adapun facial unlock merupakan sebuah teknologi yang menerapkan teknologi pengenal wajah. F5 dapat membuka dalam 0,4 detik. Untuk mengunci telepon tersedia pilihan memindai sidik jari dan proteksi  dengan password. Yang membuat lega dari penjelasan Mas Aryo adalah F5 yang keren itu ternyata punya daya baterai pemakaian hingga 12 jam. yang kucatat dari slide-nya Mas Aryo sih, battery performance-nya 3200 mAh, 14 hour 30 minutes.
Disela materi, bersama Melisa, teman fbb juga

Belajar dari Bang Yuslianson

Sesi selanjutnya giliran Bang Yus yang cool abis, jurnalis dari Liputan 6.Com. Beliau dengan gaya khasnya menyampaikan banyak hal tentang fotografi. Termasuk tips memotret terutama selfie yang bagus lho. Salah  satunya adalah tahan nafas ketika mengambil foto. F5 dengan Kamera terbaik di kelasnya punya kemampuan selfie expert yang luar biasa. Kamera F5 dilengkapi kamera depan 20MP dengan aperture F2 .0 dan kamera belakang 16MP dengan apertureF1.8. Kamera depan dapat memberikan efek bokeh dan HDR. 


ES anti-shake DSP memungkinkan pengambilan gambar multiframe dan mengaktifkan fitur de-noising sehingga mengurangi noise pada gambar terlepas dari kondisi kurang cahaya dan gambar yang buram. Selain itu F5 memiliki triple slot card try penyimpanan yang luas. F5 punya 3 slot, yaitu 2 kartu nano dan 1 kartu mikro- SD secara bersamaan. Oiya ada yang lucu tentang istilah ‘bokeh’, Bang Yus sempat terhenti sambil bertanya adakah makna tertentu dari istilah bokeh dalam bahasa Banjar. Beliau khawatir ada makna yang tidak bagus atau mungkin tabu untuk diucapkan. Setelah kami jawab tidak ada, diapun lega sambil tertawa lebar.

Bang Yus menampilkan dua foto dia yang menampilkan perbandingan hasil foto menggunakan F5 dan kamera lain. Tidak salah lagi, Oppo benar-benar selfie expert and leader.

Mbak Nadia,  Cantik-Cantik Jurnalistik

Si Mbak yang satu ini paling bisa menghebohkan suasana. Orangnya lucu dan ramah. Dia menceritakan pengalaman sebagai jurnalis lifesyle yang jalan-jalan sambil kerja, alias kerjanya ya jalan-jalan, hehe. Untuk mendukung pekerjaannya tersebut, dia memerlukan kamera yang simple tetapi canggih. Kebanyakan sih dia selfie di tempat-tempat yang biasanya dia datangi untuk diliput. Waktu dia tanya siapa di ruangan ini yang mau jadi jurnalis, tidak ada yang angkat tangan selain aku! Dia bilang, oh sukurlah ada yang mau jadi penerus saya. Aku terkekeh dalam hati... secara aku lebih tua daripada dia. 


Foto-foto dia yang keren diambil menggunakan kamera Oppo. Salah satunya bertajuk tentang sungai di Banjarmasin. Membaca komentar orang luar tentang kotaku rasanya bangga sekali menjadi orang Banjar. Diam-diam aku menyusun rencana untuk wisata sungai lagi nanti dengan anak-anakku.

Mbak Kadek Arini: Si Blogger Traveler


Pertama melihat tampilannya aku kagum, semuda dia sudah keliling dunia. Aku sih baru mau mulai, hehe. Aku dan suami punya komitmen untuk tidak akan bepergian ke luar negeri sebelum menginjakkan kaki di Makkah dan Madinah, kota suci dalam agama kami. Februari 2016 aku dan suami ikut rombongan adikku umrah backpacker. Itulah traveling pertama kami ke luar negeri. Perjalanan kami melalui Malaysia. Jadi, baru dua negara yang kukunjungi, yaitu Arab Saudi dan Malaysia. Berikutnya kami berencana ingin ke Palestina, Jepang, Korea, India, Perancis, Belanda, Thailand, dll oh, banyak sekali negara yang ingin kudatangi nanti. 
Bersama Kadek Arini, blogger traveler

Yang menarik dari Kadek Arini adalah dia mengabadikan perjalanannya dengan tulisan dan foto. Ih, aku banget gitu loh. Baiklah, travelingku dimulai dari Kalimantan dulu, nanti merambah ke pulau lain, ke negara lain. Tentu saja aku akan tetap menuliskannya dan mengabadikannya juga lewat foto. Kadekarini memberikan tips ngeblog dan edit foto. Eh, ternyata ada lagi kesamaan kami. Dia juga berpikir agak repot kalau traveling membawa kamera gede. Maunya yang simpel tapi tetap elegan dan sekualitas dengan kamera bagus itu. Kurasa aku sudah tahu solusinya buat kami.

Bandingkan 2 foto tsb. 1 pakai oppo f5, 1 nya hp merk lain. Coba temukan bedanya😊



Tak lengkap rasanya penjelasan panjang lebar tanpa mencoba langsung Kamera Oppo F5. Untunglah ada sesi experience yang disediakan oleh tim Oppo. 



Malu-malu aku mendatangi stage experience. Setelah memegang, mengelus (hihi), aku pengen juga mencoba selfie pakai Oppo F5. Astaga...hasilnya luarr biasa. Senangnyaa melihat hasil fotoku ini:) Asli jadi mupeng sama hp yang satu ini. Kudu menabung dulu nih. Well, sepertinya ada yang mau menambah daftar resolusi 2018 nih😊



Aku pulang dijemput suami. Dalam perjalanan pulang, aku bilang ke suami, tau gak, OPPO F5 itu kameranya bagus banget. Dia akan mengenali jenis kelamin dan usia kita sehingga gambar kita akan mewakili diri kita yang sesungguhnya. Bagus banget kalau dipakai buat agenda traveling kita nanti. Suami aku sih senyum-senyum aja, sepertinya dia sudah tahu kalimat pentingnya nanti apa. Apa coba? Tebak aja!

22 komentar:

  1. Wah, sempat foto sama travel blogger nya. Aku ga nyangka si ibu satu ini sempat melipir buat selfie-selfie. Hihi aku ga diajakin. Huhu

    BalasHapus
  2. Hi hi... yang lain pada sibuk masing -masing abis materi. Aku sendirian πŸ˜™

    BalasHapus
  3. Keren bu tyt byk pny koleksi foto disana diam2 ya.. Hihi.. Mudahan ada rejeki buat dapetin hp ini ya nanti.. Amin.. :)

    BalasHapus
  4. Duh kemaren pengen banget foto sam mba kadel tpi gak sempet hikss
    mba nay bikin iri deh wkwk

    www.enychan.com

    BalasHapus
  5. Aku selalu kagum dengan working mom yang nggak pakai jasa ART, apalagi kalau anaknya ada 4. Bukan hal yang gampang pastinya. Semoga dapat rezeki Oppo ya Bu Naiii ^^

    BalasHapus
  6. Aku mau nebak ah kalimat pentingnya itu apa... hmm.. sepertinya aku tahu. Hehe.. Mendadak wish list aku pun jadi nambah juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..secara hasil fotonya keren begitu ya say..

      Hapus
  7. Apa yah kalimat terakhir sang suami? Hmm, mungkin ayok kita sama2 nabung buat beli oppo f5 wkwkwk

    BalasHapus
  8. wah nggak nyangka ternyata kak nay suka traveling yaa. btw acaranya keren euy. sayang nggak bisa ikutan kemarin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga lain kali ada lg acara spt ini dan kita bisa bareng yaa

      Hapus
  9. Aku terlalu fokus dengan kegigihan Mbak dalam mengurus rumah tangga dan karier. Buat saya menjadi perempuan yang berperan ganda dan bisa seimbang itu luar biasa. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dah mampir Mbak Damar Aisyah. Menjadi seimbang kadang susah kadang gampang. Hehe

      Hapus
  10. Hebat..ibu karir dgn 4 anak tanpa bantuan IRT.saya aja kadang masih ngupah kalo mata udh seper liat rumah berantakan,dan malas menlanda.hihi nanti hbs di elus oppo nya kebeli pasti mba..xixixii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ngelus lampu ajaib bisa sih keluar oppo mbak Dina πŸ˜™

      Hapus
  11. F5 ini kayanya cocok banget buat mba nai yg sering berpetualang sama anak-anaknya. Untuk merekam momen2 indah

    BalasHapus
  12. Wah, Mba Nai keren ya bisa travelling bareng keluarga gitu pasti seru banget. Wah apalagi sampai anak Mba Nai ikut komunitas pendakian gitu.

    Aku tau deh kalimat pentingnya apa. Intinya mau minta hp barukan, hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stt..Fatimah jangan kenceng kenceng. Malu ah. Hihi

      Hapus